Diduga Ijin Bangunan Pontren Darul Marhamah Tidak Sesuai, Lurah Tamamaung : Pemilik Punya IMB Masjid

Diterbitkan oleh Admin pada Kamis, 16 Juni 2022 16:44 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 273 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Diduga bangunan Pondok Pesantren Darul Marhamah Al-qur'an Boarding School yang terletak di lokasi Pemukiman padat penduduk dibilangan kota makassar labrak Undang-Undang No. 28 Tahun 2002. Pasal 13 tentang Bangunan Gedung dan Permen Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan dengan landasan PMPU.

Bangunan Pontren Darul Marhamah Al-qur'an Boarding School yang terletak dalam lorong Sukamaju III, Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakkukang kota Makassar ini sungguh sangat tidak memiliki ruang terbuka layaknya bangunan sekolah umumnya dengan perbandingan skala 60 persen bangunan 40 persen ruang terbuka.

Bahkan Pondok Pesantren Darul Marhamah Al-qur'an Boarding School tersebut sama sekali tidak memperhatikan aturan yang sesuai seperti : 

  • Garis Batas Jalan (GSJ) yaitu Batas halaman depan atau pagar didirikan.
  • Garis Batas Bangunan (GSB) adalah Batas dinding depan rumah pada sebidang tanah (sebidang tanah).
  • Garis Jarak Bebas Samping (GJBS), Rumah atau bangunan yang memiliki pendopo ini memiliki jarak minimal 2 kali jarak GSB dan GSJ sesuai dengan kebutuhan.
  • Gaya Bebas Mundur (GBJB), Batas tembok belakang rumah atau bangunan dengan batas pagar belakang.

Diketahui GSB itu sendiri adalah garis yang membatasi jarak bebas minimum dari bidang terluar suatu massa bangunan terhadap batas lahan yang dikuasai, bahkan, GSB juga disebutkan pula pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan dengan landasan PMPU, GSB merupakan aturan yang harus dikeluarkan oleh penguasa wilayah.

Menanggapi hal tersebut saat dikonfirmasi Pihak kelurahan Tamamaun, Arni Maroa, SE, M.A.P selaku Lurah telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi Pontren dan memanggil pemilik bangunan Pesantren Darul Marhamah Al-qur'an Boarding School

"Jadi saat ada keluhan warga terkait bangunan tersebut kami beserta jajaran terkait telah datang dan memanggil pemilik untuk datang kekantor kelurahan dan melakukan klarifikasi, yang ternyata memiliki izin Masjid. Ujar Lurah Tamamaung.

Lanjut melihat Perijinan yang bersangkutan adalah Izin Mesjid maka kami menyarankan untuk membenahi segala administrasi kelayakan sebagai Pesantren. Tuturnya Kamis (16/6/2022) terkininews.com

"Saya juga mengarahkan pemilik untu ke PTSP dan mengurus Perizinan bangunan pesantren miliknya." Kata Lurah Tamamaung.

Saat ditanya terkait sosialisasi pemilik pesantren terhadap warga sekitar pemukiman, Lurah Tamamaung juga meminta kepada Pihak pemilik Pesantren agar sedapat mungkin melalkukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga sekitar.

Sementara itu saat di konfirmasi kepada warga sekitar Pontren tersebut, mereka berharap agar pemilik bangunan Pesantren tidaklah semena mena dan membangun tanpa melihat dampak lingkungan sekitar.

"Saya sudah beberapa kali bentrok dengan pembangunan itu pak, sudah bangunannya tidak punya batas, malah mau merubah jalan dan membuat gundukan, kan kami tetangga sekitar yang akan kena dampak saat hujan turun." Ujar tetangga.

Lanjut keterangan warga bahkan pernah melihat penghuni pesantren membuang sampah kotoran dari atas dan mampir ke atap orang lain, warga pun berharap dari pemerintah setempat dan pemilik bangunan pesantren untu dapat lebih dalam melakukan pengawasan. (***)