Hadapi Pemilu 2024, Para Tokoh Agama Gelar Doa Bersama Lintas Agama Untuk Keselamatan Bangsa

Diterbitkan oleh Achmad Sholeh pada Rabu, 29 November 2023 01:20 WIB dengan kategori Jawa Tengah dan sudah 159 kali ditampilkan

TEGAL - Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang, para tokoh agama di Kabupaten Tegal menggelar doa bersama dengan tema " Semoga  Kerukunan Dan Kedamaian Selalu Terjaga " bertempat di Hotel Grand Dian Ballroom Syailendra, Slawi, pada Selasa (28/11/2023) siang.

Acara ini di hadiri oleh Dandim 0712/Tegal di wakili Pasi Intel Kapten Inf Taryono, Kapolres Tegal di wakili Kasat Binmas AKP Bambang Swidagdo, Sekban Kesbangpol Kabupaten Tegal Tegal, Siti Fazilah, Ketua FKUB Kabupaten Tegal Badrodin, serta pemuka lintas agama ( Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu dan aliran kepercayaan.

Hadir pula pemuka agama dari Konghucu, Dr. JS. Melani Thesiadi, Agama Budha, Pandita Muda Sunarni, Agama Hindu,  I Mangku Sugono, Agama Kristen, Pendeta DR. Sugeng Prihadi, agama Katholik Pastor RP, Josep Ohoiledredwarin, Msc, agama Islam KH. Bachroni yang satu persatu mendoakan melalui keyakinannya masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan, untuk meneguhkan komitmen keindonesiaan, menyatukan energi antar umat beragama dan menderaskan doa dan harapan demi keselamatan bangsa Indonesia juga bangsa-bangsa lain dari penjajahan dari zionisme dan penindasan.

" Doa bersama ini adalah bagian dari cara kita merendahkan diri di hadapan kemaha-agungan Tuhan, meminta welas asih-Nya agar di jauhkan dari segala marabahaya, dari berbagai persoalan kebangsaan di tengah dinamika dan gonjang-ganjing politik dalam negeri menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 yang tinggal hitungan 78 hari lagi. Dengan munajat bersama mengembangkan semangat cinta kasih kepada semua mahluk di dunia. Meskipun berbeda keyakinan dan beda pilihan politik dalam pesta demokrasi di pemilu 2024 ini," Ungkap Umi.

Umi berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tegal untuk terus meningkatkan literasi digital, menyebarkan pesan kedamaian, menyampaikan kebenaran. Sebab konten manipulatif atau rekayasa informasi baik dalam bentuk teks, gambar, video, suara meningkat menjelang pelaksanaan pemilu dan masyarakat harus bisa memilah dan memilih informasi.

" Berikan edukasi kepada saudara-saudara kita agar terhindar dari perbuatan melangggar hukum dengan tidak ikut serta menyebarkan berita palsu, berita hoaks, terlebih ujaran kebencian dan profilerasi atau perbuatan menghujat para tokoh, para pemimpin di negeri ini,” jelas Umi.

Umi juga menambahkan, mari tebarkan nilai-nilai kesantunan, kembangkan sikap saling menghormati, saling menghargai dan kedepankan sikap toleran yang mengakui dan menghormati perbedaan dalam semua aspek kehidupan. 

“ Kita bangun generasi yang selalu berbuat baik, berbicara baik, berpikiran positif dan berahlak mulia sebagai modal terbesar kita membangun Indonesia Maju, Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.