Asyiknya Belajar Jurnalistik di SMKN Lampung Timur
LAMPUNG TIMUR - TERKININEWS.COM - 50 siswa SMK Negeri di Labuhan Maringgai, Lampung Timur, antusias mengikuti pelatihan jurnalistik dasar yang digelar di aula sekolah setempat pada Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini digagas oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Forum Jurnalis Online dan Televisi (JON-TV) Lampung Timur sebagai bagian dari program literasi digital dan edukasi sosial bagi pelajar.
Fokus utama pelatihan meliputi pengenalan jurnalistik dasar, pemanfaatan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (AI), serta edukasi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan.
kegiatan tersebut menyampaikan pentingnya siswa memahami dasar-dasar jurnalistik sejak dini serta kemampuan menulis dan berpikir kritis menjadi bekal berharga di era informasi saat ini.
“Pelatihan ini bukan hanya soal menulis berita, tapi juga membangun karakter siswa agar bisa memilah informasi dan menyebarkan hal yang positif. Jurnalisme itu tentang tanggung jawab moral" terang M Hasan, Kabid humas IWO Lampung Timur dalam keterangannya.
Menurutnya, kegiatan itu juga mengajak para siswa untuk tidak takut menuangkan ide dan pengalaman ke dalam sebuah tulisan.
“Menulis itu membebaskan pikiran. Kalau bisa menulis, pasti akan bisa memengaruhi dunia dengan gagasan,” tambahnya.
Edi Arsadad, perwakilan Dinas PPA Lampung Timur yang hadir sebagai pemateri, menyoroti pentingnya edukasi tentang pemberdayaan perempuan dan anak. Ia menegaskan, kasus kekerasan dan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menjadi tantangan bersama.
“Bullying bisa meninggalkan luka panjang, bahkan membentuk karakter negatif. Melalui pelatihan jurnalistik, siswa bisa menjadi agen perubahan yang menyuarakan keadilan dan empati,” tegas Edi Arsadad dalam penyampaian materinya.
Selain itu, Sekretaris IWO Lampung Timur, Hadi Jakaria memberikan materi tentang pemanfaatan media digital, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia jurnalistik modern.
“AI kini membantu jurnalis dalam riset, penulisan, dan penyebaran berita. Tapi penggunaannya tetap harus bijak. Teknologi hanyalah alat, jurnalis manusialah yang menjaga nilai kebenaran,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, siswa perlu memahami etika digital agar tidak mudah terjebak dalam penyebaran hoaks di media sosial. “Literasi digital itu kunci agar kita tidak dikendalikan oleh informasi palsu,” ujarnya.
Sementara itu, Susanto, salah satu pemateri yang membawakan sesi tentang penulisan feature, mengajak siswa menikmati proses menulis sebagai kegiatan kreatif dan menyenangkan.
“Menulis feature itu seperti bercerita, tapi dengan kedalaman makna. Kalian bisa menulis kisah tentang sekolah, desa, atau pengalaman pribadi yang inspiratif,” kata Susanto di hadapan peserta.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung interaktif itu diakhiri dengan sesi tanya jawab dan praktek menulis berita singkat hingga pembagian souvenir yang di pandu Ketua IWO Lampung Timur; Andono. Para siswa tampak antusias dan berharap kegiatan serupa dapat digelar kembali dengan materi yang lebih luas.

