Cara Mudah Mencapai Kejayaan Karier

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 23 Februari 2008 00:00 WIB dengan kategori Opini dan sudah 1.157 kali ditampilkan

Dunia semakin maju, persaingan semakin ketat. Demikian juga di dunia kerja, untuk mencapai puncak kejayaan karier kita harus mengetahui trik-trik yang nantinya akan membuat kita lebih dilirik oleh atasan. Kita harus mempunyai nilai tambah yang lebih diban
Dunia semakin maju, persaingan semakin ketat. Demikian juga di dunia kerja, untuk mencapai puncak kejayaan karier kita harus mengetahui trik-trik yang nantinya akan membuat kita lebih dilirik oleh atasan. Kita harus mempunyai nilai tambah yang lebih dibanding karyawan yang lain. Dengan sendirinya puncak karier itu dapat kita capai dengan mudah.

Diantaranya: Nilai tambah pertama yang harus selalu ada adalah bisa dipercaya. Bila kita ketahuan melakukan penggelapan, manipulasi, atau penipuan di perusahaan, baik besar maupun kecil-kecilan, sudah pasti kita sulit dipromosi atau naik gaji secara maksimal. Bisa dipercaya adalah fondasi yang paling mendasar di seluruh bidang kehidupan. Bayangkan apabila Anda seorang pemilik perusahaan atau seorang atasan yang membutuhkan karyawan untuk dipromosi dan diberi tanggung jawab yang lebih besar, atau bahkan untuk diajak menjadi partner. Sudah pasti yang dipilih adalah orang yang dapat dipercaya.

Nilai tambah yang kedua, kita harus menghasilkan lebih daripada yang kita terima, lebih dari karyawan yang lain. Yang dimaksud lebih dari yang kita terima adalah bila gaji kita 100, kita harus memberi lebih dari 100 dan bila kita hanya memberi 100, kita pas dan layak untuk tidak naik gaji. Yang dimaksud lebih dari karyawan yang lain adalah memberikan kinerja yang lebih hebat daripada sesama karyawan pada level yang sama. Kenapa kita layak untuk naik gaji setahun empat kali? Karena kita mempunyai prinsip 1-3-5. Yaitu 1 karyawan digaji 3 kali lipat dari rata-rata karena mempunyai produktivitas 5 kali lipat dari rata-rata.

Perlu selalu diingat, prinsip mengenai nilai tambah: Hidup adalah nilai tambah, tapi kalau semua hidup, berarti hidup bukan lagi nilai tambah melainkan nilai standar. Jujur adalah nilai tambah, tapi kalau semua jujur, berarti jujur bukan lagi nilai tambah melainkan nilai standar. Mencapai target 100% adalah nilai tambah, tapi kalau semua mencapai target 100%, berarti mencapai target 100% bukan lagi nilai tambah melainkan nilai standar. Untuk bisa lebih daripada karyawan lain, kita harus menggunakan jurus ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Setiap ada karyawan lain, cabang lain, perusahaan lain yang lebih sukses, amati secara detail, teliti bagaimana bisa meniru, dan kalau perlu melakukan modifikasi tertentu dengan cara mengubah atau rnenambahkan sesuatu.

Nilai tambah yang ketiga adalah inisiatif untuk menyelesaikan masalah. Tidak perlu menunggu sampai disuruh. Hindari kecenderungan untuk menyalahkan orang lain, atasan, situasi, anak buah, tetapi tunjukkan inisiatif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ketika kita tahu ada yang tidak beres, kita tidak BEJ (Blame, Excuse, Justify) tapi berinisiatif untuk menyelesaikan masalah.

Nilai tambah yang keempat adalah berperilaku menyenangkan. Jaga penampilan, kedisiplinan, kesopanan, omong balk di depan dan di belakang. Orang yang omong jelek di belakang sama sekali tidak menyenangkan.

Bila kita sudah mempunyai nilai tambah, kita harus komunikasikannya. Or