Empat WNI Diculik di Perairan Gabon, DPR Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 14 Januari 2026 06:07 WIB dengan kategori Headline Internasional dan sudah 385 kali ditampilkan

INTERNASIONAL - TERKININEWS.COM - Sebanyak empat warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai awak kapal penangkap ikan dilaporkan menjadi korban penculikan oleh kelompok bersenjata di perairan lepas pantai Gabon, Afrika Tengah. Menyikapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah cepat dan terukur.

Dave menegaskan bahwa keselamatan para WNI harus menjadi prioritas utama. Ia menilai insiden di kawasan Teluk Guinea tersebut menjadi pengingat penting bahwa perlindungan WNI di luar negeri merupakan bagian tak terpisahkan dari kebijakan politik luar negeri Indonesia. Karena itu, negara diminta hadir secara aktif dalam menjalankan kewajibannya.

Komisi I DPR RI, lanjut Dave, mendorong pemerintah untuk meningkatkan koordinasi intensif dengan otoritas Gabon serta pihak terkait di kawasan Teluk Guinea. Upaya diplomasi yang aktif melalui Kementerian Luar Negeri dinilai krusial, baik untuk menjalin komunikasi dengan aparat keamanan setempat maupun menggalang dukungan internasional.

Dalam jangka panjang, Dave meminta pemerintah memperkuat sistem perlindungan bagi WNI yang bekerja di sektor perikanan dan pelayaran internasional. Langkah tersebut mencakup pendataan yang lebih ketat, peningkatan pelatihan keselamatan, serta penguatan kerja sama keamanan maritim dengan negara-negara sahabat di Afrika.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Yaounde yang merangkap wilayah kerja Gabon telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Libreville serta otoritas setempat. Koordinasi dilakukan guna memastikan keselamatan para korban dan mengupayakan dukungan penuh dari Pemerintah Gabon.

Diketahui, kelompok bersenjata tersebut menculik sembilan pelaut dari sebuah kapal penangkap ikan berbendera Gabon, terdiri dari lima warga negara Tiongkok dan empat WNI. Insiden ini menjadi kasus pembajakan terbaru di Teluk Guinea, kawasan yang selama ini dikenal rawan aksi kejahatan maritim.