Microsoft Dituduh Pekerjakan Remaja di China

Diterbitkan oleh Redaksi pada Ahad, 18 April 2010 00:00 WIB dengan kategori Teknologi dan sudah 615 kali ditampilkan

Microsoft dituduh mempekerjakan buruh remaja untuk merakit konsol permainan Xbox di China.
Microsoft dituduh mempekerjakan buruh remaja untuk merakit konsol permainan Xbox di China. Kelompok advokasi Amerika Serikat (AS), Komisi Buruh Nasional juga menuding Microsoft hanya membayar sebesar 37 pence atau sekitar Rp 5.126 per jam.

Komisi melaporkan bahwa Microsoft mempekerjakan remaja berusia 16 hingga 17 tahun di pabrik KYE Systems di Dongguan, China selatan.

Mereka bekerja dalam ruang sempit selama 15 jam per hari. "Pabrik itu sangat penuh, dalam ruangan seluas 32 x 32 meter, terdapat 1.000 pekerja," demikian disampaikan Komisi seperti dikutip laman harian Telegraph.

Para pekerja juga harus berdesakan tanpa pengatur suhu ruangan padahal temperatur saat musim panas bisa mencapai 30 derajat Celsius. Pengatur suhu baru dinyalakan ketika klien asing datang berkunjung.

"Kondisi sangat buruk, dan bekerja di sini sangat melelahkan," kata salah satu pekerja. "Tidak banyak yang bisa bertahan hingga lebih dari satu tahun. Sebagian besar karyawan keluar setelah enam sampai delapan bulan."

Microsoft sendiri telah mengirimkan tim auditor untuk menyelidiki kebenaran laporan ini. "Jika kami menemukan bahwa pabrik itu tidak memenuhi standar, kami akan mengambil tindakan yang diperlukan," ujar Kepala bagian Perangkat Keras dan Hiburan Microsoft, Brian Tobey.