Dualisme Golkar Menguji Netralitas Kemenkum HAM

Diterbitkan oleh pada Jumat, 12 Desember 2014 07:03 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 926 kali ditampilkan

Direktur Institut Madani Nusantara Prof Nanat Fatah Natsir mengatakan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona H Laoly terhadap dualisme Partai Golkar akan menjadi ujian netralitas dan objektivitas menteri tersebut.



"Tak hanya menjadi ujian bagi Menkumham, tetapi juga pemerintah sejauh mana pemerintah netral dan objektif," kata Nanat Fatah Natsir dihubungi di Jakarta, Kamis (12/12).

Mantan rektor UIN Bandung itu mengatakan bila salah dalam mengambil keputusan, maka citra pemerintah akan buruk dan menyebabkan melemahnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Nanat mengatakan masyarakat mengetahui mana munas Partai Golkar yang sesuai aturan dan pesertanya betul pengurus partai beringin dengan mana yang melanggar peraturan dan pesertanya bukan pengurus partai sesuai ketentuan.

"Pemerintah harus hati-hati. Bila keputusan yang diambil tepat, maka citra pemerintah akan baik dan kepercayaan publik meningkat," kata Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu. (ROL)