Pendidikan di Batam Belum Optimal Menjalankan Fungsinya
BATAM - Badan eksekutif mahasiswa fakultas hukum universitas riau kepulauan menggelar diskusi akademik dengan tema pendidikan d keaejahteraan di gedung FH Unrika Batam, Selasa (30/12/2014). Dalam bahasan mengemuka bahwa kondisi pendidikan di Batam relatif belum optimal. Selain itu, mahasiswa Batam juga nilai kurang kritis dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
Menurut Wakil rektor 1 Unrika Batam, Ade P Nasution penyebab utamanya adalah sikap mahasiswa yang cenderung masih manja. Padahal katanya untuk menciptakan iklim pendidikan yang ideal hingga menghasilkan lulusan yg unggul dan mampu bersaing, tentu harus tertanam mental kreatif dan mandiri yang berazas dari dan oleh peserta didik itu sendiri.
Berbagai keluhan yang mengemuka dalam diskusi malam itu, lanjut Ade juga ditengarai belum terbentuknya dialektika aktif dikalangan mahasiswa, sehingga persoalan-persoalan akademik cenderung dibahas parsial antar mahasiswa saja tanpa keberanian membangun komunikasi aktif dengan pihak yang bersinggungan. Hal tersebut dikatakannya harus segera diubah pada suksesi kepemimpinan bem fh selanjutnya, jika ingin tergabung dalam gerbong komunitas intelwktual yg berdaya saing.
Wakil Dekan 1 FH, Dwi Afni Meliani menilai sikap kritis mahasiswa selama ini belum terarah. Untuk itu, ia meminta kepada BEm FH untuk intens menggelar kegiatan diskusi serupa dan lebih terkoordinasi. Menurutnya diskusi aktif membahas berbagai persoalan mulai dari wacana kebijakan hingga permasalahan internal kampus dapat merangsang jiwa akademik nago mahasiswa dan pada akhornya alur fikir mahasiswa pun terbentuk ideal.
"Mahasiswa itu tidak saja harus dapat mengkritik tapi juga memberi saran sesuai bidang ilmu yang digeluti," katanya.

