Frustasi Empat Tahun Hidup Sendiri, Abu Hasan Gantung Diri
KARIMUN - Entah apa yang buat Abu Hasan (33) harus mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Warga RW 05/RT003 Sepedas, Kelurahan Pasirpanjang, Kecamatan Meral Barat, Minggu (1/2), sempat mengirim singkat elektronik (SMS) kepada kaknya yang hanya berbeda RW dengannya.
Anisah (40) kakak korban yang mendapat sms dari adiknya tersebut pagi itu dilanda kegelisahan, derap langkahnya cepat seperti lagi terburu-buru. Ikut bersamanya, seorang putrinya yang baru berusia 4 tahun. Tujuannya adalah kediaman Abu Hasan. Setelah ia menerima sms dari adiknya tersebut.
Setalah membaca pesan dari adiknya Anisah membuatnya gelisah pasalnya sms yang dikirim adiknya bernada yang tak biasa dan sangat mengkhawtirkan. Pasalnya bunyi pesan dari adiknya yang tinggal sendirian itu cukup mengangetkan. Duda dua anak itu tiba-tiba mengirimkan pesan singkat permintaan maaf tanpa tahu apa sebabnya. “Kak Ani, Minta Maaf e...” begitu bunyi pesan singkat dari Abu Hasan yang masuk ke handphone Anisah sepagi itu.
Sekitar pukul 07.30 WIB pagi Anisah yang tiba dirumah adiknya sempat memanggil-manggil, namun tak ada balasan. Melihat rumah tidak terkunci, Anisah kemudian memutuskan masuk saja dan alangkah kagetnya wanita berusia 40 tahun itu, begitu mendapati adiknya, Abu Hasan dengan leher tergantung pada kayu bekas ayunan di ruang tengah. Korban ditemukan gantung diri menggunakan seutas tali nilon warna biru.
Kapolsek Meral AKP Sulam saat dikomfirmasi membenarkan adanya laporan warga gantung diri, korban diduga frustasi berat karena selama 4 tahun hidup seorang diri di sebuah rumah kontrakan. Korban pernah menikah dan memiliki dua orang anak namun rumah tangganya berujung perceraian. Kedua orang anaknya ikut mantan istrinya. Korban juga diketahui tidak masuk kerja di PT Karimun Granite (KG) di Pasirpanjang pada malam naas tersebut. Korban di PT KG bekerja sebagai seorang supir lori pengangkut batu granit.
“Motifnya kami belum tahu, cuma pagi-pagi sebelum kejadian, korban sempat melayangkan sebuah SMS kepada kakaknya, Anisah yang tinggal di RW sebelah. Bunyi pesannya bahwa korban minta maaf tapi apa sebabnya, saksi Anisah tidak pernah merasa ada masalah dengan adiknya itu. Mungkin saja ia minta maaf atas keputusannya mengakhiri hidup seperti itu,” ujar Kapolsek Meral AKP Sulam, kemarin.
Jasad koran sempat dilarikan ke RS Bakti Timah di PN, Kecamatan Tebing, karena pada saat Abu Hasan diturunkan dari tali kondisinya masih hidup dengan denyut nadi sangat lemah. Namun saat dalam perjalanan menuju RS Bakti Timah di dalam perjalanan Abu Hasan menghembuskan nafas terakhirnya.

