Forum Zakat Siap Sinergikan Program Kesehatan
Komitmen bersinergi dalam layanan diikuti oleh puluhan organisasi pengelola zakat di Jabodetabek yang selama ini turut melayani umat melalui program kesehatannya. Mereka antara lain Rumah Sehat BAZNAS-Masjid Sunda Kelapa Jakarta, Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa, Cita Sehat Rumah Zakat, PKPU, BAZIS DKI Jakarta, Portal Infaq, Amanah Takaful, RS Sari Asih Arrahman Tangerang, Lazis Garuda Indonesia, dan LAZIS Muhammadiyah.
Ada tiga hal yang menjadi komitmen para perwakilan organisasi pengelola zakat yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ) itu. Pertama, FOZ siap melakukan sinergi program kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan bagi dhuafa. Kedua, siap bekerjasama melakukan pengawalan dan penerapan sistem JKN oleh BPJS kesehatan, diwujudkan dalam ruang lingkup program kesehatan.Ketiga, siap mengadvokasi kepesertaan dhuafa untuk menjadi peserta PBI (penerima bantuan Iuran) dalam BPJS Kesehatan.
Tiga komitmen tersebut dilaksanakan melalui tujuh kegiatan yaitu Sistem ke-member-an (keanggotaan) bersama, advokasi kepesertaan BPJS Kesehatan dan rujukan ke RS lanjutan, penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan bersama, pelayanan rujukan fasilitas pelayanan kesehatan bersama, layanan ambulans dan mobil jenazah bersama, tempat singgah pasien sementara bersama, serta program promosi kesehatan bersama.
Sampai saat ini, data kasar yang dihimpun Sekretariat Forum Zakat, sudah ada sekitar satu juta pasien terlayani layanan kesehatan lembaga zakat itu, dalam rentang dua tahun terakhir. Ini baru pasien yang menjadi anggota pengobatan di RS, klinik dan pos sehat lembaga zakat. Tidak terhitung penerima layanan bakti sosial kesehatan yang metodenya hit and run (datang, obati dan pergi) di beberapa komunitas dan area.
Ketua Umum FOZ, Nur Efendi mengatakan, zakat berperan besar dalam layanan kesehatan umat, melihat besarnya potensi dana yang dihimpun. Meski saat ini lembaga amil zakat baru berhasil mengumpulkan sekitar 1,5 persen dari potensi Rp 217 triliun, namun ada kecenderungan peningkatan dari tahun ke tahun yang terus menimbulkan optimisme.
“Dunia zakat tumbuh 30 hingga 40 persen tiap tahun, ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tumbuh dari waktu ke waktu. Bahwa menunaikan zakat melalui amil zakat sangat bermanfaat untuk disalurkan melalui program seperti ini, terlebih karena Indonesia merupakan negara yang rawan bencana,” kata Nur Efendi.

