Warga Daik Resah Ternak Sapi Berkeliaran di Jalan Raya
LINGGA - Masih banyaknya hewan ternak berupa sapi yang berkeliaran di jalanan raya, membawa keprihatinan pada sejumlah warga Daik Ibukota Kabupaten Lingga. Pasalnya, keberadaan hewan ternak yang berkeliaran tersebut dianggap dapat membahayakan keselamatan pengemudi serta mengganggu keindahan kota yang mekar 10 tahun silam itu.
Sayangnya, upaya antisipasi dari pemerintah setempat, dinilai jauh ibarat “panggang dengan api”.
"Kami sudah lama aspirasikan ini, tapi berkeliarannya sapi ini, hingga sekarang masih merajalela dimana-mana bahkan dihalaman pekarang rumah juga berkeliarannya,” pungkas Arif warga Daik.
Dia menjelaskan, banyak tanaman masyarakat ludes disergap hewan berkaki empat ini. Tak cuma itu, kotoran sapi sambung Arif, merebak dimana-mana di wilayah jalanan ibukota.
“Kami hanya meminta kepada pihak pemkab agar menegakkan perda tentang hewan ternak ini. Artinya jangan membiarkan hewan berkeliaran di ibukota hingga menggangu atau meresahkan masyarakat,” ujarnya.
Dia mengatakan, getayangan sapi di ibukota ini, menjalar hingga ke rumah-rumah warga. “Sapi itu masuk kepekarangan halaman dan kebun warga memakan sejumlah tanaman dan sayuran," paparnya.
Dia meminta agar pemerintah lekas merealisasikan perda yang menyarankan bagi peternak untuk mengandangkan hewan ternaknya. Selain itu pemerintah mesti menertibkan atau memberi hukuman bagi peternak yang melanggar. “Pemerintah harus eksen terkait ini, utamanya instansi sebagai penegak perda. Tujuannya, agar persoalan sapi ini tidak meresahkan warga ibukota,” tutupnya.

