Miris Ditengah Pandemi Corona Pria Sakit Sebatangkara Hanya Menanti Uluran Tangan Tetangga

Diterbitkan oleh Admin pada Selasa, 5 Mei 2020 14:12 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 909 kali ditampilkan

Makassar, -- Semenjak virus corona mewabah hingga diberlakukan nya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dikota Makassar oleh pemerintah kota banyak warga yang merasakan dampak yang hingga akan berakhirnya Masa penetapan PSBB.

Terkait hal tersebut tidak sedikit warga curhat Selasa (5/4/2020) mengeluhkan penyaluran bantuan yang tidak merata bahkan sama sekali ada warga yang tidak tersentuh jenis bantuan apapun baik swasta maupun pihak pemerintahan.

Penelusuran terkininews.com di RT 07/RW 06 kelurahan tamamaung kecamatan panakkukang kota Makassar mendapati curhatan warga berharap bantuan akan turun menyapa namun miris informasi tersebut merupakan isapan jempol semata.

Bahkan yang lebih miris lagi diatara untaian warga sekitar juga terdapat pria paruh baya sebatangkara M Yusuf yang seharusnya mendapat perhatian layak dari pemerintah tak kunjung nampak dipelupuk mata.

"Saya selalu di data bahkan katanya dari bansos pusat yang datang tapi sampai saat ini tidak penah kunjung dapat bantuan itu" Kata M Yusuf

Pria paruh baya dengan getaran getaran sakit menua yang dideritanya M Yusuf hanya mendapatkan bantuan tetangga seadanya. Beruntung ada sosial tetangga yang dapat meringankan beban kesehatan dengan menanggung jaminan BPJS Kesehatan Mandiri.

Sebut saja Imma salah seorang warga yang hudup kos kosan dengan pekerjaan serabutan suami sebagai buruh harian terus saja bertanya ke ketua RT setempat akan kapan turunnya bantuan, namun lagi lagi hanya menerima penjelasan dan kata "belum ada bantuan" sepengetahuan RT.  

Padahal warga tersebut merupakan warga dengan kategori miskin buruh harian yang sangat merasakan dampak dari pemberlakuan PSBB karena jelas jelas rata rata mata pencaharian mereka mengandalkan hidup hari ini saja.

"Kami makan hanya mengandalkan jualan disekolah namun sekolah libur kita makan apa" Kata Marjuni istri penjual empek empek

Menurut mba Setiawan mengisagkan kalau dirinnya juga selalu melihat bahkan datang saat ada pembagian sembako diwilayahnya akan tetapi selalu juga nggak dapat dengan alasab tidak ada dalam data dan disuruh pulang

Entah apa mereka korban dari tidak terdata atau memang pemerintah setempat juga bingung akan aliran bantuan hingga mereka terabaikan.??

Terkait hal tersebut kepala Rukun Warga RW yang akrab disapa Mansyur menjelaskan kepada terkininews.com dengan penuh kebingungan antara jeritan warga dengan kebijakan penyaluran bantuan baik dari swasta maupun pemerintah.

"Kami serba salah antara ingin mendata warga dengan ketakutan yang mungkin penyaluran tidak dapat sepenuhnya terpenuhi" Kata Mansyur

Namun dirinya mengakui bahwa sumbangan yang mengalir dari pemerintah ( Dinsos) hingga saat ini terkhusus diwilayah kerja Rw 06 baru mendapatkan sejumlah 11 paket bantuan dan langsung ke warga yang telah terdata Dinas Sisial.

"Untuk terkhusus Rw 06 ada 129 paket yang turun tahap pertama perkelurahan tamamaung akan tetapi dibagi 8 Rw jadi 13 paket akan tetapi diwilayah saya ada 2 nama yang batal dan disimpan di kelurahan" terang Mansyur ketua Orw 06

Lanjut kata dia memaparkan bahwa juga ada bantuan yang mengalir dari pihak swasta namun dirinya belum berani membagi lantaran menunggu tambahan institusi untuk disalurkan sekaligus agar dapat sedikit meratakan

Untuk bantuan dari pihak Alaska ada 30 paket bantuan alakadarnya namun agak bingung memberikan karena ada 1000 KK dari wilayah kerjanya yang mesti di fikirkan.

Menyikapi keluhan warga tersebut dengan kordinasi PKK Kecamatan Panakkukang para komunitas Jawa pedagang empek empek ini akhirnya mendapat respon dan akan ditindaklanjuti melalui PKK Kecamatan.(*/)