Pemkab Asahan Bersama YMMA Komitmen Berkolaborasi Penanggulangan Penyakit TBC
ASAHAN | Yayasan Mentari Meraki Asa (YMMA) Asahan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Asahan menyampaikan pernyataan komitmen bersama untuk berkolaborasi dalam upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Asahan.
Pernyataan bersama tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers yang dihadiri oleh perwakilan dari YMMA Nurul Huda, Dinas Kesehatan dr Emi Juniarita br Barus, DPRD Asahan, PWI Asahan, Kopi TB, Perwakilan RS Wirahusada, Klinik Serojha, perwakilan Puskesmas Binjai Serbangan dan perwakilan Puskesmas Aek Songsongan di Cafe The Nine Kisaran, Selasa (12/12/2023).
Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan yang diwakili Kabid P2P dr Hj. Emi Juniarita br Barus mengatakan TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia atau status sosial.
Lebih lanjut dikatakannya, menurut data WHO Global TB Report tahun 2022, Indonesia merupakan negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia dengan perkiraan jumlah kasus 969.000 dan kematian 144.000 per tahun atau setara dengan 18 kematian per jam. 86% pasien penderita TB mencari perawatan awal di fasilitas perawatan kesehatan swasta yang beroperasi di luar system perawatan kesehatan public dan di luar system pengawasan nasional. Meskipun fasilitas swasta berkontribusi cukup banyak dalam hal penyediaan layanan TB, jumlah notifikasi kasus TB dari fasilitas kesehatan swasta masih relative rendah (Rumah Sakit Swasta 8% dan Praktik swasta 1%) dibandingkan dengan fasilitas pemerintah (Puskesmas 72% dan Rumah Sakit Umum 18%). Pada tahun 2022 Kabupaten Asahan melaporkan 1.669 kasus dan mengobati 1.643 kasus TBC dari estimasi 3.349 kasus (49,8%). Sedangkan pada tahun 2023, sampai dengan 30 Oktober sudah terdapat 1.136 kasus yang ditemukan dan diobati 1.132 kasus dari estimasi kasus yang ada (35,9%).
Adapun capaian terduga yang tercatat dalam sistem SITK Komunitas Jan-Nov 2023 sebanyak 1.465 dan ternotifikasi TBC sebanyak 320. Lalu Pasien ternotifikasi yang dilakukan investigasi kontak sebanyak 350 Indeks.
Untuk mengatasi masalah ini, YMMA Asahan sebagai komunitas yang berperan dalam melakukan advokasi, pendampingan, dan evaluasi terhadap program-program terkait eliminasi dan kepentingan penderita TBC di Kabupaten Asahan, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menurunkan angka kejadian TBC, sekaligus mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030 sesuai dengan Peraturan Presiden No 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC. YMMA Asahan telah melakukan berbagai kegiatan seperti skrining TBC di sekolah-sekolah, pesantren, dan daerah-daerah di Asahan, sosialisasi dan edukasi tentang gejala dan pencegahan TBC, serta pemberian bantuan dan dukungan kepada penderita TBC dan keluarganya.
dr Emi juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Kesehatan menyambut baik inisiatif dan kerjasama dari YMMA Asahan dalam upaya penanggulangan TBC. Pemerintah Kabupaten Asahan berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya penderita TBC, dengan menyediakan fasilitas, tenaga, dan obat-obatan yang memadai. Pemerintah Kabupaten Asahan juga mendukung program-program yang dilakukan oleh YMMA Asahan, seperti skrining, sosialisasi dan pendampingan, dengan memberikan bantuan dan koordinasi yang diperlukan. (red)

