PMKRI Batam Kritik Keras Oknum Imigrasi, Minta Kepala Imigrasi Dicopot

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 31 Maret 2026 05:25 WIB dengan kategori Batam Suara Mahasiswa dan sudah 87 kali ditampilkan

BATAM - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Batam menyoroti kasus dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas imigrasi di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre setelah pengalaman sejumlah wisatawan asing mencuat dipermukaan media sosial dan media luar negeri. 

Ketua PMKRI Batam , Simeon Senang menyampaikan bahwa kasus klasik semacam ini (pungli) metodenya selalu intimidatif , mencari - cari kesalahan administratif dan sebagainya. Polanya selalu sama hanya saja di daur ulang sesuai situasional lapangan. 

Sungguh miris , pelabuhan merupakan salah satu pintu gerbang sekaligus etalase halaman depan negara kita , tempat orang keluar masuk , baik orang lokal maupun orang asing mesti dikotori dan dicemari dengan pungutan liar. 
Pratek ini menyisahkan preseden buruk dan merusak citra Indonesia di mata Internasional , khususnya wisatawan di kawasan Asia. Hal ini juga sangat berpengaruh pada sirkulasi ekonomi di Kota Batam karena sektor pariwisata cukup memberikan dampak ekonomi yang signifikan selain industri sebagai  leading sektor utama ekonomi.

PMKRI Batam juga menilai Kepala Imigrasi Batam sebagai pimpinan gagal mendidik dan mengawasi bawahannya sendiri. Dengan demikian maka patutlah secara moral pimpinan juga harus bertanggungjawab. Kami juga mendesak agar Kepala Imigrasi Batam juga dicopot dari jabatannya dan menuntut agar beliau meminta maaf secara kelembagaan kepada publik serta warga negara asing yang telah dilakukan pemerasan dan pungutan liar.  

Disisi lain , PMKRI Batam juga mendesak agar proses penanganan kasus ini tidak hanya secara etik oleh internal imigrasi karena pungli merupakan kategori pemerasan dan korupsi maka harus diusut tuntas di wilayah pidana sehingga persoalan serupa tidak terulang sekaligus memberi efek jerah kepada oknum-oknum imigrasi lainnya.