Mensos Apresiasi Inovasi Data Sosial Pemkab Tegal, Siap Jadi Percontohan Nasional

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 4 Mei 2026 04:30 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 130 kali ditampilkan

TEGAL - TERKININEWS.COM - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Pemerintah Kabupaten Tegal dalam pengelolaan dan pemutakhiran data sosial. Bahkan, capaian ini dinilai layak untuk dijadikan percontohan atau best practice di tingkat nasional.

 
Penilaian positif tersebut disampaikan langsung oleh Mensus saat melakukan kunjungan kerja di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal, Sabtu (2/5/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kolaborasi program prioritas Presiden dalam pembangunan SDM menuju kemandirian ekonomi.
 
Saifullah Yusuf menjelaskan, Kabupaten Tegal dipilih sebagai lokus pilot project digitalisasi bantuan sosial berkat komitmen kuat dan konsistensi para operator desa dalam memperbarui data melalui aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation). Langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 untuk mewujudkan satu data tunggal demi menghilangkan ego sektoral.
 
“Target utama kita adalah menekan angka ketidaktepatan sasaran bantuan sosial hingga di bawah lima persen. Data yang akurat adalah kuncinya,” ujar Saifullah.
 
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi sangat bergantung pada integritas petugas di lapangan. Para operator desa memegang peran vital sebagai garda terdepan agar bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.
 
“Saya berpesan kepada para Kepala Desa untuk terus mendukung tim pendataannya. Jika data yang dimasukkan valid dan benar, maka masyarakatlah yang akan menikmati manfaatnya secara maksimal,” tegasnya.
 
Selain soal data, Mensos juga mengapresiasi upaya Pemkab Tegal dalam mendukung program strategis lainnya, termasuk rencana penyelenggaraan Sekolah Rakyat, meski masih dalam tahap penyelesaian berbagai kendala teknis.
 
Merespons apresiasi tersebut, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menegaskan komitmen daerah untuk menjaga kualitas data sebagai dasar utama penyaluran bantuan.
 
Dijelaskannya, hingga saat ini telah terpetakan data lebih dari 267.000 keluarga (sekitar 861.000 jiwa) dalam sistem DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional). Dari jumlah tersebut, sekitar 44.000 keluarga atau 139.000 jiwa masuk dalam kategori desil satu, yakni kelompok masyarakat paling rentan yang menjadi prioritas penanganan.
 
“Kami bertekad tidak ada warga yang berhak tapi terlewat, dan sebaliknya, tidak ada yang tidak berhak justru menerima. Prinsipnya harus tepat sasaran,” kata Ischak.
 
Ischak juga mengingatkan seluruh jajaran, khususnya operator desa, untuk bekerja secara profesional dan menjauhkan proses pendataan dari kepentingan di luar teknis.
 
“Kesalahan data karena faktor subjektivitas akan sangat merugikan warga yang membutuhkan, dan ini menjadi tanggung jawab moral bagi kita semua,” tambahnya.
 
Untuk memperkuat ekosistem perlindungan sosial, Pemkab Tegal juga telah menyiapkan sekitar 3.800 agen perlindungan sosial yang tersebar hingga tingkat RT/RW.
 
Dengan dukungan penuh dari Kementerian Sosial, Ischak berharap sinergi ini dapat mempercepat kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
 
“Kami optimistis Tegal bisa menjadi pelopor dalam tata kelola bansos yang presisi dan transparan,” pungkasnya.
 
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh seluruh jajaran pemkab, perangkat desa, serta stakeholder terkait.(Sholeh)