OJK: Stabilitas Jasa Keuangan Terjaga Meski Dunia Bergejola

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 5 Mei 2026 20:20 WIB dengan kategori Ekonomi Jakarta Ojk dan sudah 62 kali ditampilkan

JAKARTA - TERKININEWS.COM - Stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga meski tekanan global masih tinggi. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026 yang menyoroti ketahanan industri keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi dunia.

Ketidakpastian global masih dipicu oleh kondisi geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada distribusi energi dan membuat harga minyak tetap bergejolak. Lembaga internasional juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi global melambat menjadi 3,1 persen pada 2026, dengan risiko stagflasi yang meningkat.

Di sisi domestik, ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan mencapai 5,61 persen. Konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah menjadi pendorong utama, sementara ketahanan eksternal tetap kuat dengan cadangan devisa sebesar USD148,2 miliar dan surplus neraca perdagangan.

Pasar Modal dan Perbankan Tetap Stabil

Pasar modal Indonesia mengalami dinamika selama April 2026, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,30 persen secara bulanan. Meski demikian, likuiditas pasar tetap terjaga dan aktivitas investor masih relatif stabil.

Di sektor perbankan, kinerja intermediasi menunjukkan tren positif. Kredit per Maret 2026 tumbuh 9,49 persen secara tahunan menjadi Rp8.659 triliun, didorong oleh pertumbuhan kredit investasi yang mencapai 20,85 persen. Dana pihak ketiga juga meningkat signifikan sebesar 13,55 persen yoy.

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah, serta permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 25,09 persen.

Industri Keuangan Non-Bank dan Digital Tumbuh Positif

Sektor asuransi mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 4,38 persen yoy menjadi Rp1.195,75 triliun. Sementara itu, dana pensiun tumbuh lebih tinggi sebesar 10,49 persen yoy.

Di sektor pembiayaan, kinerja relatif stabil dengan pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 0,61 persen yoy. Adapun pinjaman daring (fintech lending) tetap berkembang pesat dengan pertumbuhan outstanding mencapai 26,25 persen yoy.

Pada sektor aset digital, jumlah investor kripto terus meningkat menjadi 21,37 juta akun, meskipun nilai transaksi mengalami penurunan secara bulanan.

Penguatan Pengawasan dan Perlindungan Konsumen

OJK juga terus memperkuat pengawasan dan perlindungan konsumen. Sepanjang awal 2026, ribuan entitas keuangan ilegal berhasil dihentikan, termasuk ratusan pinjaman online ilegal. Selain itu, ratusan ribu laporan penipuan telah ditangani melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), dengan dana korban yang berhasil diblokir mencapai ratusan miliar rupiah.

Kebijakan Strategis untuk Jaga Stabilitas

Ke depan, OJK akan terus memperkuat stabilitas sistem keuangan melalui berbagai kebijakan, termasuk penguatan manajemen risiko, pengawasan lembaga jasa keuangan, serta dukungan terhadap pembiayaan UMKM dan program perumahan nasional.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketahanan sektor jasa keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah tantangan global yang masih berlangsung.