Mengawal Janji SBY-Boediono

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 11 Juli 2009 00:00 WIB dengan kategori Opini dan sudah 1.353 kali ditampilkan

Pilpres satu putaran, tampaknya tak sekedar slogan di iklan. Berdasarkan hasil quick acount dari berbagai lembaga survei menunjukkan tingkat perolehan suara SBY-Boediono melesat begitu tajam mencapai 60 persen lebih suara menyaingi rivalnya Mega-Prabowo d
Pilpres satu putaran, tampaknya tak sekedar slogan di iklan. Berdasarkan hasil quick acount dari berbagai lembaga survei menunjukkan tingkat perolehan suara SBY-Boediono melesat begitu tajam mencapai 60 persen lebih suara menyaingi rivalnya Mega-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto.

Kita memang berharap, semua pihak dapat berlapang dada menerima hasil quick acount (hitung cepat) yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah ini. Apalagi tidak hanya satu lembaga survei saja yang menyebutkan kemenangan SBY-Boediono. Namun, tugas rakyat ternyata tidak hanya berhenti saat pemilihan saja. Ada tugas lain yang muncul pasca pilpres ini khususnya wakil rakyat yang telah terpilih yaitu mengawal janji politik dan mengawasi kinerja kabinet SBY-Boediono kelak.

Sebelum pilpres berlangsung, ada sembilan topik sentral yang dijanjikan SBY-Boediono ke masyarakat antara lain pertumbuhan ekonomi, ekonomi dan kesejahteraan rakyat, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, penegakan hukum, HAM dan pemerintahan. Janji-janji tersebut saya rasa cukup realistis dan masyarakat lima tahun kepemimpinan SBY-Boediono benar-benar dapat terealisasi tak sebatas janji karena janji adalah hutang dan hutang wajib untuk dilunasi sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah ayat 1, "Wahai orang-orang yang beriman tepatilah janji-janji".

Sebagai masyarakat, tentunya kita semua berharap SBY-Boediono tidak mengecewakan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan dengan senantiasa memegang teguh amanah rakyat, berparadigma pelayan sehingga SBY-Boediono tidak congkak saat memimpin dan bertanggungjawab penuh dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai presiden dan wakil presiden.

Untuk pengetahuan kita bersama, hal pertama sekali yang menjadi titik tekan pada janji SBY-Boediono adalah pertumbuhan ekonomi. Janjinya cukup realistis yaitu pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai tujuh persen pada akhir tahun 2014. Kedua, ekonomi dan kesejahteraan rakyat pasangan yang diusung partai-partai yang lahir pada era reformasi ini berjanji akan melakukan Kecukupan dan ketahanan pangan, kecukupan sandang dan papan, peningkatan penghasilan dan daya beli, peningkatan kualitas kesehatan, penciptaan lapangan kerja, menjamin rasa aman, melanjutkan BLT, mempertahankan subsidi BBM, mengurangi subsidi yang tidak tepat sasaran, optimalisasi belanja negara, tidak menjual asset negara dan meningkatkan pendapatan dari pajak dan migas.

Ketiga, pendidikan. SBY-Boediono berjanji akan meningkatkan kualitas pendidikan, pemerataan pendidikan, distribusi anggaran pendidikan secara proporsional, meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen serta mempertahankan kebijakan ujian nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta SDM.

Keempat tentang janjinya untuk tenaga kerja adalah revisi UU ketenagakerjaan, pertemuan bipartit antara pengusah dan buruh sebelum melibatkan pemerintah, jaminan untuk buruh, meningkatkan semangat kewirausahaan, bantuan usaha untuk pemuda dan kredit bank untuk rakyat terutama kaum perempuan.

Janjinya yang kelima adalah soal pertanian. Pasangan SBY-Boediono berjanji akan Menaikkan anggaran pertanian, subsidi benih dan pupuk, swasembada untuk kecukupan pangan, pangan menjadi prioritas pertama untuk meningkatkan kesejahteraan, menaikkan harga hasil panen petani, meningkatkan produktivitas pertanian dan mempertahankan dan meningkatkan swasembada pertanian.

Keenam, terkait dengan penegakan hukum. Ada tiga item yang SBY-Boediono janjikan yaitu Reformasi hukum, penegakkan hukum yang adil, transparan dan tidak pandang bulu, membangun budaya hukum di masyarakat. Memang sepertinya ini masih terlalu normatif, tetapi setidaknya SBY telah membuktikan dengan dikerangkengnya Aulia Pohan yang merupakan besannya.

Lalu soal HAM sebagai point ketujuh janji SBY-Boediono dia menyebutkan ada empat hal yang akan dia bangun yaitu keadilan tanpa diskriminasi, menjamin kebebasan dan hak asasi, melindungi kaum perempuan dan anak dan politik nondiskriminatif.

Delapan SBY-Boediono berjanji dalam hal pemerintahan. Cita-citanya ingin mewujudkan good governance dan clean governance dengan melakukan upaya reformasi birokrasi, pengawasan dan pencegahan dan meningkatkan kemampuan pejabat. Dengan kata lain, SBY-Boediono sangat membutuhkan birokrat-birokrat yang handal, bersih dan peduli untuk menciptakan pemerintahan yang paripurna.

Terakhir adalah janjinya tentang pertahanan dan keamanan. Ada dua hal yang SBY-Boediono janjikan yaitu meningkatkan anggaran pertahanan secara bertahap dan memenuhi kekuatan dasar minimal TNI. Memang terlalu simple menurut saya, tetapi tak masalah asalkan dua janji ini terealisasi saya yakin negara tetangga tak mudah untuk mengobrak-abrik bangsa ini apalagi sampai melecehkan seperti tingkah laku Malaysia yang bermain-main di wilayah perbatasan Indonesia.

Kemudian, marilah janji-janji ini bersama kita kawal menuju Indonesia yang lebih baik, sejahtera karena harapan untuk bangkit itu selalu ada. *Pimred Terkinews