Festival HUT Lampung Timur: Bukan Pemborosan, Tapi Peluang Ekonomi Rakyat

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 6 April 2026 15:36 WIB dengan kategori Daerah Lampung dan sudah 469 kali ditampilkan

LAMPUNG - TERKININEWS.COM  - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lamung yang akan digelar pada pertengahan April 2026 menjadi sorotan masyarakat. Namun, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lampung Timur, Fitra Aditya Irsyam, memiliki pandangan yang berbeda tentang perayaan ini.

Aditya melihat perayaan HUT Lampung Timur sebagai momentum besar kebangkitan ekonomi daerah. "Respons cepat Pemkab soal logo patut kita hargai. Artinya pemerintah sangat terbuka dan mendengar aspirasi masyarakat," ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Menyikapi anggapan bahwa rangkaian acara membebani anggaran dan sentralisasi festival di Bandar Sribhawono dinilai kurang tepat, Aditya justru melihat penempatan Festival Pasar 1001 Malam dan Pameran 2000 UMKM di Bandar Sribhawono sebagai langkah pemerataan yang sangat cerdas.

"Kita harus melihat ini dari sisi perputaran uang dan keadilan wilayah. Bandar Sribhawono sejak dulu dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan utama di Lampung Timur. Menggelar acara besar di sana berarti kita sedang menyuntikkan energi ekonomi ke pasar," paparnya.

Aditya menambahkan bahwa Lampung Timur adalah kabupaten yang luas, sehingga kebijakan membagi titik pusat kegiatan merupakan bentuk keadilan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dari berbagai wilayah.

"Pemkab sudah sangat adil. Sukadana tetap tegak sebagai marwah ibu kota. Di sana difokuskan untuk acara inti seperti Upacara Puncak dan program pelayanan langsung menyentuh masyarakat, seperti pelayanan kesehatan gratis. Jadi, Sukadana menjadi pusat pelayanan dan pemerintahan, sementara Sribhawono menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat," tegasnya.

Aditya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut positif HUT Lampung Timur ke-27 ini. "Pesta ini adalah pestanya rakyat. Pedagang kita sangat butuh panggung dan keramaian untuk bangkit kembali. Masyarakat butuh hiburan dan ruang interaksi. Mari kita dukung penuh kegiatan ini agar perputaran uang benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah di Lampung Timur," pungkasnya.