Taksi dan Masyarakat Kijang Keluhkan Trayek

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 11 Agustus 2009 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.336 kali ditampilkan

BINTAN Sejak belakunya tryek angkot yang dilaksanakan oleh pemerintah Dishub Kota Tanjungpinang belum lama ini menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari penghasilan taksi yang semakin berkurang dan pengeluaran penumpang yang semkin besar.
BINTAN Sejak belakunya trayek angkot yang dilaksanakan oleh pemerintah Dishub Kota Tanjungpinang belum lama ini menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari penghasilan taksi yang semakin berkurang dan pengeluaran penumpang yang semkin besar.

Hal ini diungkapkan oleh Anton salah satu supir Taksi yang sudah belasan tahun mambawa taksi. Dia mengeluhkan waktunya yang habis karena menunggu taksinya penuh, biaya penumpang biasanya Rp 13.000 menurun menjadi Rp 10.000 karena penumpangnya harus berhenti di terminal sei carang Bintan Center.

Lain lagi untuk para penumpang, mereka biasanya sekali jalan dari Kijang ke pelabuhan Tanjungpinang namun dengan adanya trayek mereka harus dua kali jalan dan otomatis menambah biaya. " Dulu ongkosnya cuma Rp 13.000 dari kijang sekrang harus mengeluarkan ongkos Rp 15.000 karena harus singgah dulu di Terminal Bintan center" ujar Suri salah seorang penumpang.

Menindak lanjuti keluhan para supir dan penumpang tersebut Wakil Bupati Bintan Mastur Taher beserta Dishub Bintan, Dishub Tanjungpinang, Dishub Provinsi, Organda dan perwakilan taksi kijang telah mnelakukan pertemuan senin (10/8), namun hasil kesepakatannya belum membuahkan hasil maksimal.

"Ada lima kesepakatan yang diperoleh dalam pertemuan kemarin salahsatunya angkot dilarang mengangkut penumpang dipelabuhan Kijang dan angkot hanya boleh mengantarkan TKI sampai ke Pelabuhan Kijang. Pencabutan trayek tidak bisa diitervensi, karena itu wewenangnya Pemko Tanjungpinang dan angkot yang tidak boleh mengangkut penumpang dipelabuhan kijang sudah kita akomodir" ungkap Mastur Taher.