Lebaran, Momentum Reformasi Akhlak

Diterbitkan oleh pada Selasa, 22 September 2009 00:00 WIB dengan kategori Opini dan sudah 1.355 kali ditampilkan

Boleh percaya atau tidak, memasuki bulan Ramadan yang baru saja berlalu, cukup banyak sekali ibadah-ibadah yang jarang dilakukan sebelum Ramadan yang lazimnya relatif jarang dikerjakan telah kita lakukan untuk menambah bonus pahala yang Allah SWT janjikan
OLEH: R. DACHRONI Boleh percaya atau tidak, memasuki bulan Ramadan yang baru saja berlalu, cukup banyak sekali ibadah-ibadah yang jarang dilakukan sebelum Ramadan yang lazimnya relatif jarang dikerjakan telah kita lakukan untuk menambah bonus pahala yang Allah SWT janjikan.

Nah, tanpa disadari kita telah mengakui bulan Ramadan adalah bulan yang menyadarkan umat muslim untuk berubah. Setelah berubah ke arah yang lebih baik, tentunya kita berharap perubahan yang baik itu dapat kita pertahankan.

Persoalannya mampukah kita mempertahankan perbuatan-perbuatan suci yang secara aktif kita lakukan pada bulan Ramadan. Misalnya, membaca Alquran setiap harinya, bersabar, tidak menggunjing kerabat atau tetangga dekat, bertutur jujur dan satu hal lagi yang penting selalu berpikir positif. Itulah output (hasil) yang sebenarnya dikehendaki Allah SWT setelah bulan Ramadan berakhir. Setiap umat muslim penulis yakin tidak ingin perubahan yang telah dilakukan selama sebulan penuh itu juga berakhir setelah Ramadan meninggalkan kita.

Itulah sebabnya, Ramadan selain disebut bulan latihan bagi umat Islam, cukup banyak kata-kata yang dapat disandingkan dengan Ramadan seperti Ramadan Bulan Ampunan, Ramadan Bulan yang Suci, Ramadan Bulan Alquran, Ramadan Momentum Intropeksi Diri, Ramadan Bulan Penuh Makna dan masih banyak kata-kata yang cocok untuk menjadi