KAMMI Kesalkan Sikap Parpol Tak Usung Tokoh Muda
TANJUNGPINANG -Menghadapi Pemilukada Kepri 26 Mei 2010, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Kepulauan Riau menyatakan sikapnya kepada partai politik untuk mengusung pemimpin muda.
TANJUNGPINANG -Menghadapi Pemilukada Kepri 26 Mei 2010, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Kepulauan Riau menyatakan sikapnya kepada partai politik untuk mengusung pemimpin muda.
TANJUNGPINANG -
Namun, harapan itu musnah ketika dua partai besar seperti PDIP dan Golkar mengusung generasi tua sebagai calon
gubernur Kepri.
Hal ini berdasarkan kondisi kepemimpinan Kepri yang selama ini didominasi oleh generasi-generasi tua yang dinilai kurang enerjik dan layak untuk membangun Propinsi Kepulauan Riau lima tahun ke depan.
"Kita menginginkan kepemimpinan muda yang meneruskan estafet kepemimpinan di Kepulauan Riau karena Kepri membutuhkan orang-orang
enerjik dan memiliki kredibilitas untuk memimpin," kata Redha Helmi, Sekjend KAMMI Kepulauan Riau kepada wartawan.
Sementara itu, ditambahkan Ketua Umum KAMMI Kepulauan Riau, Ahmad Azroi belum adanya tokoh muda yang muncul bisa jadi disebabkan
mandulnya fungsi kaderisasi partai politik di Kepulauan Riau.
"Cukup banyak tokoh-tokoh muda di Kepulauan Riau yang layak memimpin Kepri, namun politik gerontokrasi (kaum tua, red) yang ada di partai politik yang menghalang mereka untuk maju dalam Pemilukada. Itulah sebabnya, kita mendesak partai politik objektif dan mengusung pemimpin muda," kata Azroi yang juga merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang ini.
Kendati demikian, Azroi enggan menyebutkan nama-nama tokoh muda yang dimaksud.
"Kami tidak akan menyebutkan siapa-siapa saja tokoh muda, namun kami berharap partai politik lain yang belum menentukan sikap dukungannya untuk memprioritaskan tokoh muda sebagai calon pemimpin sebab kami menganggap Pemilukada adalah momentum regenarasi kepemimpinan bukan momentum regenerasi kaum tua," tegas Azroi.

