Nilai Edukatif Lagu Sebagai Media Pendidikan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 8 April 2010 00:00 WIB dengan kategori Opini dan sudah 816 kali ditampilkan

Pada awal tahun 1970-an lagu anak-anak Indonesia banyak digunakan sebagai media pendidikan di sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).
Pada awal tahun 1970-an lagu anak-anak Indonesia banyak digunakan sebagai media pendidikan di sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

Saat inipun masih ada sekolah kita yang menggunakan tapi hanya di TK. Untuk SD sudah mulai jarang ditemukan. Tanpa kita sadari fenomena ini membuktikan bahwa media lagu sudah mulai tereliminasi dari media pendidikan yang telah bergeser menuju pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Padahal, kita semua tahu banyak nilai edukatif yang disampaikan dalam lagu-lagu anak Indonesia tersebut.

Lagu sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologi anak. Melalui lagu yang divisualkan misalnya, tanpa disadari dapat membuat landasan yang kuat bagi tahap awal perkembangan psikologis seorang anak, terutama yang masih duduk di bangku TK. Kegiatan anak mendengar dan menangkap musik dalam baik lagu akan membuatnya akan beraksi.

Sadarkah orang tua da guru, apa arti reaksi itu? Anak bereaksi karena sedang berpikir kemudian berusaha kepada sang bu. Artinya dia sedang belajar untuk menggunakan suaranya sendiri. Semakin banyak interaksi yang terjadi pada tahap ini, semakin cepat anak mengembangkan kemampuan indranya.

Mendengar suara yang dikeluarkan, menjadi pemicu yang sangat kuat bagi seorang anak untuk berbicara dan menyimak secara intensif.

Kemudian dengan kemampuan berbicara dan menyimak itu membuatnya mampu memasuki tahap membaca permulaan. Berawal dari kegiatan bernyanyi inilah, secara bertahap ada empat kemampuan berbahasa yang dapat dikembangkan yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Empat kemampuan berbahasa inlah bukan hal yang mustahil untuk dikuasai anak sejak dini karena kejeniusan ini bukanlah bawaan lahir. Thomas Alva Edison mengatakan