Harga Gula Internasional Turun, Tak Pengaruhi Harga Gula di Batam
BATAM- Harga gula internasional kembali merosot tajam pada pertengahan Mei lalu. Kemerosotan harga ini disebabkan meningkatnya produksi gula di dua negara penghasil terbesar di dunia, Brazil dan India.
BATAM- Harga gula internasional kembali merosot tajam pada pertengahan Mei lalu. Kemerosotan harga ini disebabkan meningkatnya produksi gula di dua negara penghasil terbesar di dunia, Brazil dan India.
Menyikapi informasi tersebut, Kepala Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Ahmad Hijazi kepada wartawan mengatakan bahwa hal itu tidak terlalu berdampak pada harga gula di Batam.
Menurutnya, harga gula di Indonesia sangat bergantung dari harga gula yang berlaku di Jakarta, Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang notabene daerah-daerah tersebut merupakan poros produksi gula nasional.Sedangkan untuk gula impor, Ahmad Hijazi mengatakan naik turunnya harga gula impor yang beredar di Indonesia khususnya Kota Batam, tergantung kapan impor gula itu dilakukan.
"jika gula impor dilakukan pada bulan sebelum turunnya harga gula internasional, maka harga di pasaran Kota Batam akan sama," kata Hijazi
Namun sebaliknya jika impor gula dilakukan setelah turunnya harga gula internasional, maka harga gula di pasaran harus turun mengikuti harga gula internasional sebagai acuannya.
Staf BP Kawasan Batam I Wayan Subawa mengatakan turunnya harga gula internasional tak akan berpengaruh dengan harga gula lokal. Menurutnya BP Kawasan hingga beberapa bulan ke depan belum ada tanda-tanda akan melakukan impor gula dari luar negeri. Wayan menyebutkan impor gula baru dilakukan jika pertimbangan stok gula dalam negeri dianggap tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Impor gula tidak dilakukan setiap saat dan tergantung dari Departemen Perdagangan. Setidaknya hingga bulan ini belum ada indikasi melakukan impor gula," kata Wayan.
Terkait stok gula impor yang pernah didatangkan BP Kawasan untuk Kota Batam pada bulan sebelumnya, Wayan tidak memungkiri harga gula impor tersebut tidak turun mengikuti turunnya harga gula internasional.
Tidak berpengaruhnya penurunan harga gula internasional terhadap gula lokal alias gula dalam negeri, juga disampaikan oleh Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri Abdullah Gose.
Menurut Gose saat ini impor gula juga sudah dihentikan mengingat produksi gula dalam negeri dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Sekarang setahu saya nggak ada lagi impor (gula). Impor gula itu dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan (gula). Makanya dilakukan impor nasional. Batam termasuk mendapat jatah dari impor gula tersebut," paparnya.
Soal mahalnya harga impor gula sebelumnya, Gose menilai secara hukum pasar yakni harga meningkat (mahal) dikarenakan kebutuhan akan gula juga
meningkat.
Pada sisi lain, Gose menyebut keberadaan gula impor saat ini lebih banyak di tangan para broker.

