Sosialisasi, PR Berat KPU Batam
BATAM - Tingkat partisipasi politik yang rendah di Batam pada Pemilukada Gubernur Rabu (26/05/10) yang lalu menjadi PR besar bagi KPU Kota Batam pada pelaksanaan Pemilukada Kota Batam 5 Januari 2010 nanti. Tentunya proses sosialisasi harus digencar
BATAM - Tingkat partisipasi politik yang rendah di Batam pada Pemilukada Gubernur Rabu (26/05/10) yang lalu menjadi PR besar bagi KPU Kota Batam pada pelaksanaan Pemilukada Kota Batam 5 Januari 2010 nanti. Tentunya proses sosialisasi harus digencarkan.
Partisapasi yang rendah ini disebabkan beberapa faktor salah satu diantaranya adalah Batam sebagai kota industri dan rendahnya kesadaran masyarakat kota Batam. Cukup banyak pekerja yang memanfaatkan waktu liburnya untuk berlibur bersama keluarga daripada untuk menyoblos.
Bahkan tingkat partisipasi pemilih dibawah 45 persen ini dari 700 ribu lebih suara yang ada di kota Batam. Menanggapi hal ini Ketua KPU Kepulauan Riau, Den Yealta menginginkan hal ini tidak terjadi kembali pada Pemilukada Kota Batam.
"Memang kita akui ada masalah teknis ketika pada Pemilukada Gubernur yang lalu dimana pengusaha akan dirugikan jika terlalu memaksakan kehendak kepada pekerja untuk memilih, mungkin ini bisa dikonsolidasikan dengan pihak pekerja bagaimana jalan terbaiknya karena inilah kunci utama jika tingkat partisipasi pemilih mau meningkat di kota Batam," terang Den Yealta.

