Sampah Laut Itu Disulap Menjadi Karya Seni
Denpasar: Pemanfaatan limbah jadi barang yang berguna bukanlah suatu hal yang baru. Namun kalau memanfaatkan potongan kayu yang sudah berbulan bulan hanyut di laut lalu diambil lagi dan dijadikan barang bernilai seni dan ekonomi di Bali lah cerita itu ter
Denpasar: Pemanfaatan limbah jadi barang yang berguna bukanlah suatu hal yang baru. Namun kalau memanfaatkan potongan kayu yang sudah berbulan bulan hanyut di laut lalu diambil lagi dan dijadikan barang bernilai seni dan ekonomi di Bali lah cerita itu terjadi.
Tidak hanya sekadar jadi sebuah usaha yang kreatif dan inspiratif, usaha ini juga mendukung gerakan peduli lingkungan yang sedang gencar digalakkan. Adalah I Made Sutamaya yang sukses mengelola sampah laut menjadi barang seni yang bernilai tinggi mulai dari patung hingga meja.
Harga jual karya Made Sutamaya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Pesanan datang tak hanya dari pasar domestik tapi juga luar negeri. Kini rupiah mengalir deras ke kantong Sutamaya. Untuk setiap bulannya, Sutamaya bisa meraup untung hingga puluhan juta rupiah.
Sutamaya sangat menjaga ekslusifitas karyanya. Oleh karena itu, tiap satu jenis barang tak dibuat dalam jumlah banyak alias limited edition. Dengan demikian, pembeli karyanya akan merasa senang dan bangga.
Namun sukses Sutamaya juga dibarengi kerja keras. Sutamaya setiap hari menyusuri Pantai Kuta dan juga pantai lainnya. Dia mencari sampah kayu yang dibawa arus laut. Selain sampah di sekitar pantai Pulau Dewata, Sutamaya mendatangkan sampah laut dari Pulau Jawa dan Sulawesi.
Sampah yang didapat dikumpulkan di rumahnya, Kuta, Denpasar. Tahap selanjutnya sampah diolah menjadi barang seni. Sutamaya menekuni bisnis daur ulang sampah laut karena rasa kepeduliannya terhadap lingkungan. Dia mengaku prihatin dengan kondisi pantai yang kerap kotor.
*www.liputan6.com

