Ruziana Fathuruzi: Tak Kenal Lelah Perjuangkan Gedung Wanita
"Rencana pembangunan gedung wanita di kota Tanjungpinang yang mendapatkan respon pro dan kontra tak membuat Ruziana Fathuruzi lelah untuk memperjuangkan gedung wanita itu ada."
Rencana pembangunan gedung wanita di kota Tanjungpinang yang mendapatkan respon pro dan kontra tak membuat Ruziana Fathuruzi
lelah untuk memperjuangkan gedung wanita itu ada.
Bersama aktivis Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tanjungpinang lainnya, dia mendesak DPRD Kota Tanjungpinang untuk mengesahkan anggaran multiyears gedung wanita. Menurutnya, pembangunan gedung wanita bukan untuk penyelenggaraan arisan semata karena akan banyak kegiatan yang mereka buat nantinya di gedung ini.
Secara historis, menurutnya, berdirinya gdg wanita pada september 1957 menunjukan keinginan pemda memajukan wanita menurut
saya, sehingga diberi pusat tempat wanita bisa berkumpul, beroganisasi dan mencerdaskan diri jadi jangan dikaitkan pembangunan gedung wanita karena walikota Tanjungpinang itu wanita tahun 1957 belum ada pimpinan wanita, tapi sudah memikirkan gedung wanita.
"Sekarang ketika kepala daerah wanita, sudah wajar saja ia lebih memikirkannya. Jadi jika ada statemen yang membawa-bawa nama
walikota itu sangat tidak masuk akal kecuali sebelum ini mmg belum pernah ada gdg wanita berdiri," terang Ruziana.
Ditambahkannya, dia menolak jika ada pernyataan yang menyatakan lebih baik membangun gedung sekolah daripada gedung wanita karena sampai kapan pun gedung sekolah tidak akan pernah cukup jika dibangun.
Saat ini dia tengah gencar mencari dukungan sesepuh wanita di kota Tanjungpinang. Pesannya, wanita tidak boleh lelah untuk
memperjuangkan hak-haknya.
"saya menegaskan jangan sampai wanita dijadikan alat untuk kepentingan sesaat ketika diperlukan. Akan tetapi, jadikanlah mitra dalam pembangunan. Mari bersama cerdaskan wanita sebagai madrasah pertama anak-anak yang akan melanjutkan pembangunan di kota ini khususnya," tutupnya.

