Pernyataan KHS, Wartawan Mengaku Bingung

Diterbitkan oleh Shofi pada Selasa, 3 Agustus 2010 00:00 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 972 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG -Beberapa wartawan mengaku bingung dengan pernyataan masing-masing kampus antara STISIPOL Raja Haji dan mahasiswa FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) terkait masalah perpindahan dan KHS.
TANJUNGPINANG -Beberapa wartawan mengaku bingung dengan pernyataan masing-masing kampus antara STISIPOL Raja Haji dan mahasiswa FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) terkait masalah perpindahan dan KHS.

Menurut seorang wartawan keterangan yang diperoleh antara mahasiswa FISIP UMRAH yang dahulunya merupakan mahasiswa STISIPOL Raja dan pihak STISIPOL Raja Haji berbeda. Pihak STISIPOL Raja Haji mengaku telah memberikan kesempatan untuk mahasiswa yang pindah ke UMRAH dan mengurus administrasi hingga secara resmi sudah empat mahasiswa yang mengurus administrasi perpindahan.

Sementara itu, pihak mahasiswa mengaku STISIPOL Raja Haji mempersulit masalah kepengurusan administrasi perpindahan. "Ya dari mahasiswa mengaku STISIPOL mempersulit sementara dari STISIPOL mengaku sudah memberikan dua minggu pasca konflik untuk mengurus masalah perpindahan," sebut wartawan salah satu media cetak Batam tersebut.

Menurutnya, memang sulit jika masalah pendidikan sudah dibawa ke ranah politik jadinya akan seperti kasus UMRAH dan STISIPOL Raja Haji ini. Terpisah, dalam suatu kegiatan Ketua PWI Reformasi Batam, Rumbadi Dalle menyebutkan wartawan harus jeli dalam mengungkap kasus-kasus atau masalah pemberitaan dengan memanfaatkan data yang ada.

"Wartawan harus bisa mengkaji dan menganalisa data karena berita yang dia buat bisa menimbulkan efek psikologis bagi objek yang diberitakan," kata Rumbadi Dalle.