Musda IV MUI Libatkan 17 Ormas Batam
BATAM - 17 Organisasi Kemasyarakatan (ormas) di Batam diharapkan dapat terlibat langsung dalam upayamenciptakan pola pembinaan harmonisasi kehidupan umat yang kondusif dan berakhlakul kharimah dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Majelis Ulama Indone
BATAM - 17 Organisasi Kemasyarakatan (ormas) di Batam diharapkan dapat terlibat langsung dalam upayamenciptakan pola pembinaan harmonisasi kehidupan umat yang kondusif dan berakhlakul kharimah dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam yang digelar di Hotel PIH, Batamcenter, Sabtu (7/8).
"Peran masyarakat secara langsung dalam pembinaan moral lebih dapat mengena," Kata Bustami Husain Al Hafis, Ketua Panitia Musda IV MUI Batam saat sambutannya.
Dikatakannya, Musda ini dilakukan agar komponen dalam tubuh MUI memiliki kesadaran sebagai pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab atas kemaslahatan umat. Bustami juga menyebut peran MUI dalam mengawal akidah sangat berat untuk itu diperlukan komitmen yang kuat di tubuh MUI dalam tugas mengayomi dan melindungi umat islam dari semua pihak yang ingin menghancurkan.
Ketua MUI Kota Batam, KH Usman Ahmad dalam kesempatan yang sama mengakui komitmen MUI selama ini belum terlihat secara nyata, namun begitu pihaknya terus berupaya melakukan konsolidasi dan terus memberikan pelajaran preventif bagi segenap pengurus MUI untuk membimbing masyarakat agar tidak terjerumus kedalam lembah kehancuran.
"Mereka ibarat orang yang jatuh dari kendaraannya di jalan raya dan harus kita bimbing," tukas Usman.
Walikota Batam, Drs. Ahmad Dahlan yang menghadiri agenda tersebut pun tak ketinggalan memberikan kata sambutan. Menurut Dahlan persoalan umat baik di Batam, nasional maupun internasional semakin berkembang pesat, seiring dengan pergeseran budaya di era globalisasi. Oleh karenanya, perlu ada satu lembaga seperti MUI yang memiliki komitmen kuat untuk mengawal arah hidup masyarakat secara benar. Dikatakannya, Masalah keumatan menurutnya telah ada sejak zaman Rasulullah. Dimana Agama Islam sangat dinamis dan sangat tinggi terutama dibidang syariah. Sebagai kepala daerah, Wako menyampaikan permintaan maafnya jika Pemko Batam tidak bisa mengikuti semua usulan MUI. Namun demikian, Pemko akan berusaha mengikuti tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Komitmen mengawal akidah masyarakat itu harus dijunjung tinggi," pesan Walikota.

