Maraknya Gerbang Sambut 7 Likur
LINGGA - Warisan budaya yang telah puluhan tahun dari nenek moyang untuk menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan dengan terang benderang nampaknya masih lekat dimasyarakat Lingga. Tradisi ini lebih dikenal dengan likuran dengan membuat gerbang-gerb
LINGGA - Warisan budaya yang telah puluhan tahun dari nenek moyang untuk menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan dengan terang benderang nampaknya masih lekat dimasyarakat Lingga. Tradisi ini lebih dikenal dengan likuran dengan membuat gerbang-gerbang yang dihias cantik kemudian diletakkan lampu pelita.
Kegiatan rutin para pemuda tempatan untuk membuat gerbang dimulai sejak seminggu bulan puasa yang banyak dikerjakan pada waktu malam hari mengingat siang harinya puasa. Pintu gerbang yang dibuat hampir disetiap kampung menjadi daya tarik tersendiri apalagi dengan motif-motif yang berfariasi. Bahkan tak banyak orang-orang yang ingin mudik untuk menikmati malam likuran ini. Malam likuran ini dimulai pada malam 21 Ramadhan sampai puncaknya malam 27 Ramadhan yang dikenal 7 likur.
Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Lingga M.Ishak, sangat menyambut baik kegiatan budaya ini sehingga dia ingin lebih mengenalkan budaya likuran ini untuk menarik wisatawan asing berkunjung pada malam-malam terang benderang ini.
Tahun ini 27 Ramadhan 1431 H bertepatan dengan tanggal 5 September 2010.Didaik saja sekarang para pemuda telah membuat kerangka-kerangka gerbang lebih dari 10 buah, dan ini juga dibuat ditiap-tiap desa dan kita perlombakan untuk lebih menyemangatkan lagi, jelas Ishak melalui pesan singkatnya.
Kegiatan likuran ini tidak kalah menariknya lagi di sekitaran Dabo Singkep karena penduduknya lebih banyak sehingga lebih meriah lagi.Semoga tahun ini banyak wisatawan luar yang berkunjung untuk melihat malam likuran di Lingga, harap Ishak.***

