Gunung Sinabung Kembali Semburkan Awan Panas
MEDAN - Sejak sepekan terakhir Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi disertai semburan awan panas. Bahkan hingga Rabu malam tadi, warga Kota Medan, Sumatera Utara masih merasakan tebaran abu vulkanik Sinabung.
Otoritas resmi pemerintah setempat mengatakan, petugas bencana dibantu TNI Polri dan relawan kemanusiaan bersiaga mengantisipasi dampak erupsi Sinabung.
Salah seorang warga, Dini menyebutkan, teras rumahnya terus diselimuti abu vulkanik hingga Rabu malam. Abu sudah dirasakan sejak pagi hari dan nyatanya berlangsung hingga malam hari.
"Sudah dipel berulang kali, tetapi sebentar saja, abu sudah penuh di lantai teras," kata Dini di Medan, Rabu (8/10). Abu vulkanik itu menimbulkan sesak napas, sehingga Dini mengaku menggunakan masker sekalipun di dalam rumah.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengaku aktivitas Gunung Sinabung masih sangat tinggi, sehingga potensi terjadinya letusan dan luncuran awan panas juga masih tinggi.
Dia menyebutkan, sekalipun tidak terjadi erupsi, tapi guguran awan panas hingga 89 kali. Pada Rabu hingga pukul 19.00 WIB telah terjadi 4 kali guguran awan panas dari puncak gunung itu.
Sutopo menjelaskan, dimulai pada pukul 00.45 WIB, guguran awan panas tercatat hingga sejauh 3.000 meter ke arah selatan. "Pada pukul 12.42 WIB jarak luncur juga sejauh 3.000 meter ke arah selatan dan tinggi kolom 1.500 meter," imbuh Sutopo.

