DDII Ajak Masyarakat Waspadai Aliran Syiah di Karimun

Diterbitkan oleh pada Rabu, 22 Oktober 2014 06:06 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.122 kali ditampilkan

KARIMUN - Koordinator Penempatan 50 orang dai, di 50 Titik pulau se-Kepri dari Dewan Dakwah Pusat, Ustadz Muhammad Zaini. Keberadaan kelompok Syiah di Indonesia harus diwaspadai.

 

Selain penyimpang dari akidah Islam, aliran ini berpotensi meruntuhkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

 

Dai yang pernah ditugaskan di Pulau Nias ini juga menjelaskan, Dewan Dakwah melalui para Dainya berupaya menjaga akidah umat dari pemurtadan dan pendangkalan aqidah, utamanya dalam mengantisipasi gerakan aliran sesat, terutama aliran syiah, karena ajarannya sesat dan menyesatkan umat.

 

Ditararan masyarakat,lanjutnya, setiap individu harus peka terhadap pemahaman yang meragukan dengan proaktif melaporkannya ke pihak berwenang seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Urusan Agama (KUA), Dewan Dakwah dan lainnya. Sehingga instansi terkait dapat mengambil tindakan cepat dan tegas. 

 

"Perbedaannya bukan lagi persoalan furu`iyyah yang bersifat cabang seperti perbedaan mazhab, namun penyimpangan lebih kepada perbedaan ushuliyah yang bersifat pokok dalam masalah dasar aqidah Islam," ungkap Zaini saat mengisi tabliq akbar di Masjid Hidayatul Mukinin Sei. Raya Kundur Utara, Selasa (21/10).

 

Dai Dewan Dakwah melakukan fungsi pembinaan berupa peningkatan pemahaman dan pengamalan agama Islam, serta fungsi pemberdayaan ekonomi berupa peningkatan ekonomi binaan dakwah sesuai potensi lokal seperti perikanan, perkebunan, usaha ekonomi mikro dan lain sebagainya.