Nurul Fajriah Mahasiswa Mandiri yang Berprestasi

Diterbitkan oleh pada Kamis, 30 Oktober 2014 07:16 WIB dengan kategori Profil dan sudah 1.898 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Nurul Fajriah kelahiran Pekanbaru 26 Februari 1994 merupakan alumni SMA YKPP Tanjung Uban. Sudah tak terhitung lagi piala yang ia sumbangkan untuk sekolah yang pernah ia tempuh hingga membawa harum nama sekolah SD, SMP, SMA dan Universitasnya.

 
Kini dara 20 tahun ini kerap dipanggil artis UMRAH oleh keluarga, teman kerabat dan staff di fakultasnya. Karena ia sering terlibat dalam kegiatan serta berpartisipasi yang diadakan oleh UMRAH. Selain menjuarai Perlombaan Fashion Hijabers, Tarung Puisi, Teater dll ia sering juga mengisi acara paduan suara UMRAH, penari UMRAH, Mc/pembawa acara.

Tak hanya di dalam kampus saja ia juga pernah bermain Film Dokumentasi Sejarah Tanjungpinang dengan lulus seleksi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Serta namanya sering terbit di media cetak Tanjungpinang, dari hobi dan bakat mengantarkannya sampai ke negara tetangga, mewakili pertukaran mahasiswa UMRAH antar Budaya Indonesia – Malaysia tahun 2013 yang lalu di University Malaysia Pahang. Memenangkan Monolog acara Youth Talent Competition 2013 se-KEPRI.

Juara 1 Teater tiga kali berturut se-Tanjungpinang. Juara Tari Kreasi Gawai Seni 2013 se-Tanjungpinang. Juara 1 Modeling Hijabers Fashion 2014 se-Tanjungpinang. Juara Visualisasi Puisi se-Tanjungpinang. Anak bungsu dari pasangan Ilyas Ibrahim (almarhum) dan Fatimah ini harus mandiri karena melanjutkan pendidikannya di Tanjungpinang.

Berorganisasi menjadikannya sebagai mahasiswa yang mempunyai jiwa pemimpin dan lebih bertanggungjawab terhadap apa yang akan dilakukannya. Suka duka dalam berorganisasi menjadi cambuk terjang terhadap apa yang ingin dicapainya.

Selain berorganisasi dalam maupun luar kampus, Gadis Pecinta Sastra ini juga mengikuti sanggar Tari Sri Mersing dan sanggar Teater Sabda Bunian. Beberapa perlombaan membuat bakatnya lebih terasah dan mendapatkan penghargaan sebagai Penyair Muda KEPRI oleh Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calcoum Bachri, dalam acara Kemah Nasional dan Hari Puisi Indonesia di Lapangan Teluk Bakau MTQ Bintan 2013. dan beberapa karya puisinya telah terbit di buku Antologi Puisi Melukis Waktu karya Sabda Bunian.

“Yang utama kita harus selalu bersyukur dan selalu berusaha dengan niat dari hati yang tulus. Insyaalah ada jalan tuk mewujudkan impian, because nothing is impossible and always positif thinking!”. Pernyataan itulah yang membuat Nurul selalu makin percaya diri dan bersungguh-sungguh tiap yang ia tekuni sehingga membanggakan keluarga, sahabat dan kerabatnya. Meskipun banyak kegiatan yang ia tekuni, kuliahnya tetap berprestasi sehingga tiap tahun ia mendapatkan beasiswa dari kampus maupun kabupatennya.

Tak hanya itu saja ia juga mentransferkan ilmunya kepada anak didiknya dengan mengajar Bimble dan Private MTK di Pusat Pendidikan Rafless Tanjungpinang. Tentu saja ini mengurangi beban orang tuanya dan kini mempunyai penghasilan sendiri. Kemudian harapannya ingin melanjutkan S2 dengan beasiswa dan biaya sendiri demi cita-citanya menjadi Dosen. “BELAJAR DAN MENGAJAR” Motto dalam hidupnya tutup nurul.