Rafiq, Hukuman Fisik Sangat Tak Wajar
KARIMUN - Sri Melati yang merupakan guru SMPN 2 Karimun sang pendera siswinya atas nama Ad (14), sehingga mengakibatkan anak yatim tersebut terpaksa dirawat di RSUD Karimun, membuat Wakil Bupati Karimun H. Aunur Rafiq menilai yang diberikan sangat tidak wajar.
"Kalau sudah melebihi batas kemampuan seseorang itu tentu tidak wajar diberikan hukuman seperti itu," ujar H.Aunur Rafiq orang nomor di Karimun.
Dikatakan Rafiq, kalaupun memang memberikan hukuman sebanyak 100 kali kepada anak dibawah umur, tentu ini sudah berlebihan. Mungkin tidak kepada pembinaan tapi kepada tindakan profesional. Menurut Rafiq lagi, kita juga harus melihat pembinaan seperti apa yang harus dilakukan, jangan melakukan pembinaan itu dengan emosional.
"Katakan lah misalnya memberikan pembinaan kepada anak yang tentunya diluar batas kemampuan, kalau mungkin misalnya suruh push up, jalan jongkok atau senam ya harus sesuai kemampuan anak, sesuai dengan tata tertib yang berada di sekolah," katanya.

