HMI KOMISARIAT STISIPOL Peringati Hari Pahlawan

Diterbitkan oleh pada Ahad, 9 November 2014 07:19 WIB dengan kategori Tanjungpinang dan sudah 1.335 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Stisipol Raja Haji bekerja sama dengan lembaga perlindungan lingkungan hidup republik Indonesia Kota Tanjungpinang mengadakan dialog kebangsaan di Aula kampus Stisipol, Sabtu (08/11/2014) dari jam 16.00 hingga 18.00.

 


 

 Dialog kebangsaan yang mengusung tema "dalam rangka hari pahlawan, wujudkan gerakan bersama membangun negeri" itu diisi oleh pemateri Suyito dari dosen Stisipol, Ahmad Efendi dari pemuda kepri dan Joko Sarjatno dari dinas kehutanan provinsi Kepri.

 

Suyito menyampaikan dalam pemaparannya "relevansi nilai-nilai kejuangan dalam membentuk karakter bangsa. Menurut beliau perjuangan merebut kemerdekaan merupakan perjuangan yang tidak mudah. Pada perjuangan masa lalu, para pejuangan melawan satu musuh bersama yaitu penjajah. Namun menurut beliau perjuangan mempertahankan kemerdekaan jauh lebih sulit lagi, terlebih lagi bagi generasi sekarang. Karena pada saat ini, generasi yang ada melawan banyak musuh bersama diantaranya, kemiskinan, kebodohan, narkoba, terorisme dan banyak hal. Meskipun lebih sulit namun jika kita mampu menyerap semua nilai-nilai patriotisme, kita pasti bisa melawannya. Nilai-nilai tersebut adalah Keterbukaan, Kebebasan, HAM, Nasionalisme, Cinta tanah air".

 

Kemudian Ahmad Efendi menjelaskan merdeka dibagi menjadi dua yaitu, merdeka bangsa dan merdeka hati. Pada titik ini,  kita telah mencapai apa yang disebut dengan merdeka bangsa. Namun sayangnya kita masih belum mencapai merdeka jiwa. Satu contoh yang diungkapkan oleh beliau adalah terkadang orang indonesia lebih merasa bangga bekerja dengan atasan orang asing dibandingkan dengan atasan orang senegaranya. Jika kita merasa begitu, ternyata jiwa kita benar-benar belum merdeka. Selain itu faktor lainnya seperti semangat kerja dan tidak malas harus dimiliki oleh generasi muda agar kita bisa terbebas dari penjajahan jiwa.

 

Dan ditambahkan oleh Joko Sarjatno yang mengatakan, "pemahaman veteran. Pengertian veteran adalah warga negara Indonesia yang bergabung dalam kesatuan bersenjata resmi yang diakui oleh pemerintah yang berperan secara aktif dalam suatu peperangan menghadapi negara lain dan gugur dalam pertempuran untuk membela dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia."