Jumlah Pengguna Narkoba di Kepri Nomor Dua se-Indonesia

Diterbitkan oleh pada Rabu, 12 November 2014 17:21 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.913 kali ditampilkan

KARIMUN - Provinsi Kepulaun Riau berdasarkan hasil survey pada tahun 2013 berada di urutan kedua terbesar, sebagai pengguna narkoba setelah DKIJakarta. Bahkan tahun ini, pengguna narkoba di Kepri berjumlah 4,3 persen atau sebesar 1.045.136 jiwa. Dan Kabupaten Karimun dinilai sebagai tempat pemasaran peredaran narkoba. Sehingga perlu dilakukan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

 
"Kenapa saya paparkan seperti itu, hal ini terbukti dari penangkapan yang dilakukan oleh Polda Kepri, Polair bahkan sampai Mabes Polri pun pernah turun ke Karimun dalam melakukan penindakan peredaran narkoba. Makanya ini perlu kita putus mata rantainya," terang Ketua BNNK Karimun, T.A Rahman dalam membuka kegiatan sosialisai P4GN oleh BNN Karimun untuk pekerja swasta di Gedung Nasional, Rabu (12/11).
 
Melihat tingginya pengguna narkoba tersebut, maka harus segera disiasati, dan tidak bisa pasrah dengan keadaan. Oleh sebab itu, BNN bersama aparat pemerintah serta aparat penegak hukum lainnya terus menerus melakukan pemberantasan, pencegahan maupun peredarannya.
 
Dari hal tersebut pada tahun 2011 penyelundupan narkoba di Indonesia sebanyak 29.713 kasus dengan jumlah tersangka 36.589 diantaranya 120 orang dari WNA. Sedangkan tahun 2012 sebanyak 28.623 kasus dengan  jumlah tersangka sebanyak 35.453 orang yang diantaranya adalah 99 WNA. Dan pada tahun 2013 ditemukan 35.436 kasus dengan tersangka sebanyak 43.767 orang yang 127 orang diantaranya merupakan WNA.

Sementara itu, Bupati Karimun menjelaskan, untuk menghindari bahaya narkoba pada dasarnya adalah tergantung dalam diri sendiri. Ia juga berharap kegiatan ini nantinya juga bisa dilaksanakan dengan sasaran mulai dari pelajar tingkatan SLTP, SLTA sederajat, Mahasiswa sampai keperangkat RT. Harapannya peserta dapat memahami dan mengerti bahaya yang ditimbulkan narkoba.

"Jika diri kita mampu mengawal dan menguasai nafsu akan selamat dari obat-obatan terlarang itu. Sekali coba binasa akibatnya," kata Nurdin.