Jokowi Diharapkan Berani Ajukan Agenda Perlindungan Buruh Migran
Melalui pertemuan G20 tahun ini, diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), berani untuk mengajukan agenda perlindungan buruh migran.
Analis Kebijakan Migran Care, Wahyu Susilo, menyampaikan bahwa dalam 5 tahun terakhir, G20 memberi perhatian khusus pada masalah remitansi. Karena aliran uang internasional ini semakin signifikan diperhitungkan sebagai sumber alternatif pembiayaan pembangunan.
Sayangnya, Wahyu menerangkan, buruh migran tidak mendapatkan perlindungan yang cukup dan dibebani biaya remitansi yang tinggi.
"Hingga saat ini, G20 tidak pernah mengagendakan persoalan perlindungan buruh migran yang mengalirkan remitansi tersebut," ujarnya Minggu 16 November 2014.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi dunia saat ini juga ditopang oleh komodifikasi buruh murah dengan mengorbankan buruh migran.
"Perlindungan buruh migran sebagai bagian tak terpisahkan dalam pembicaraan remitansi yang diagendakan dalam G20," jelasnya.
Sumber:Viva.co.id

