Mahasiswa dan Pembangunan Lingga
Gema dari trilogi perguruan tinggi yakni pembelajaran, pengabdian, dan penelitian sebagai mahasiswa adalah letupan semangat dari status mahasiswa yang kita emban. Hal ini menjadi sebuah nilai idealisme yang senantiasa mengilhami bentuk tanggungjawab almamater untuk tetap bertahan di tengah benturan zaman yang terus bergulir.
Siapa yang memungkiri peran dari gerakan mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan Indonesia dalam mewarnai sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Mahasiswa terus melakukan berbagai bentuk aksi dan reaksi berbagai kecurangan dan kebohongan penguasa terhadap rakyat bawah yang senantiasa hidup dalam kemiskinan dan ketertindasan.
Perjalananan status mahasiswa yang semakin lama seakan terasa telah melupakan kodratnya sebagai elemen masyarakat yang dibanggakan, disegani, dan bahkan melampaui superioritas LSM. Itulah mahasiswa sesungguhnya. Sebagai mahasiswa kita telah mendapat wadah untuk bersuara, dengan kata lain kita dapat melakukan dan berbuat sesuatu demi kepentingan masyarakat.
Tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa memiliki peranan yang tidak dapat dilupakan dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Sejumlah fakta sejarah menggambarkan peran dan kekuatan mahasiswa dalam mendorong terjadinya gelombang perubahan. Tumbangnya Orde Lama (Soekarno) dan Orde Baru (Soeharto) adalah bukti dari kekuatan mahasiswa. Telah menjadi tugas kita, mahasiswa, dalam menjawab arti sebuah tanggung jawab almamater yang kita sandang.
Berbagai jalan dan penyaluran aspirasi dapat mahasiswa lakukan. Mahasiswa Lingga adalah tokoh muda-mudi yang dianugerahi suatu keberuntungan karena memiliki kebanggaan dapat menyebut diri sebagai mahasiswa asal Lingga. Lingga yang dari dulu terkenal akan kejayaan dan kehebatan, serta kebudayaan yang tinggi. Bunda Tanah Melayu mengizinkan kita dengan lantangnya berkata bahwa “AKU MAHASISWA LINGGA”. Generasiku yang mengemudi perahu bernama kabupaten Lingga, dimana aku siap melayari dia hingga menuju sebuah pulau nan indah dan bernostalgia dengan harumnya nama “Kerajaan Riau Lingga” hingga kepelosok dunia.
Bentuk dari sebuah aspirasi kita sebagai mahasiswa Lingga salah satunya dengan berorganisasi, sebuah Ikatan Mahasiswa Lingga yang dalam perjalanannya bukan hanya ikatan silaturahim antar mahasiswa sedaerah semata, tapi lebih daripada itu adalah sebagai penyambung lidah masyarakat yang tertindas, kita akan terus mendukung dan basis terdepan dalam membela tanah bunda melayu kita, membela pemimpin kita dalam memajukan daerah dengan sebuah catatan segala kebijakan yang dibuat tentunya memihak dan demi kemajuan masyarakat dan daerah.
Untuk konteks saat kini, hal yang diperlukan adalah meluruskan kembali rel pergerakan mahasiswa Lingga. Mahasiswa Lingga yang semakin solid bekerja sama. Mahasiswa Lingga terus mengikuti segala informasi dan kejadian di tanah daerah dan senantiasa terus bekerja dan bekerja, belajar, dan belajar, serta kembali dengan membawa gelar sarjana serta siap terjun ke tengah masyarakat untuk turut serta memberi kontribusi demi kemajuan dan kejayaan Lingga ke depan. Mahasiswa Lingga dengan bangga kembali ke daerah dengan ilmu yang siap diterapkan. Mahasiswa Lingga yang siap mati demi mengangkat harkat dan martabat kabupaten Lingga dan siap menjadi motor anti segala bentuk KKN, anti segala bentuk politik busuk, anti kebijakan untuk kepentingan pribadi dan golongan, anti penguasa zalim, anti kapitalisme biadab.
Mahasiswa Lingga yang sanggup mengangkat batang yang terendam seperti cita-cita pemimpin kita, yakni mengangkat kejayaan tanah melayu Lingga hingga naik kepermukaan dan sanggup bersaing dengan senyum hebat sebagai anak jati melayu Lingga.
Untuk itu perlu dibangun kesadaran kolektif (collective counciousness) atau bersama bahwa perjuangan mahasiswa Lingga harus mampu memberikan kontribusi positif dalam upaya menjawab permasalahan di lingkungan sosialnya dan substansial masyarakat. Saat kini, hal penting yang dapat dimulai dan dilakukan adalah bergerak memberdayakan kekuatan bersama sebagai mahasiswa Lingga yang turut serta dalam berbagai kegiatan dan kenduri kota atau daerah tempat menuntut ilmu, turut serta berbagai ajang perlombaan, seminar mahasiswa dan publik, berpikir kemajuan kabupaten Lingga dengan mengadakan sharing dan kerja sama dengan pemimpin daerah beserta pimpinan instansi pemerintahan daerah kabupaten Lingga dan perwakilan rakyat, serta memberi sebuah dukungan ataupun penolakan terhadap berbagai masalah yang terjadi di kabupaten Lingga dan menjalin suatu kerjasama lewat hubungan yang baik dengan pemerintahan daerah tempat menuntut ilmu serta hubungan harmonis terhadap keluarga besar mahasiswa Lingga dan masyarakat Lingga di daerah tempat mengais sebuah ilmu. Tentunya hal terpenting lagi yakni menghormati dan menghargai serta memiliki hubungan baik dengan lingkungan tempat tinggal dan organisasi mahasiswa tempatan.
Diharapkan dengan adanya rejuvenasi dari bentuk kecil sebuah pengabdian yang memang merupakan tugas mahasiswa dimanapun dan kapanpun maka dengan perlahan ditepislah anggapan bahwa perjuangan yang baik haruslah perjuangan yang heroik dan penuh pengorbanan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjadi pejuang sejati yang concern menyelesaikan permasalahan rakyat di tingkat mikro. Dengan bergabung bersama rakyat, mahasiswa tidak sekedar hanya memobilisasi melainkan untuk mencerdaskannya. Jadi hal ini tidak berarti bahwa untuk melakukan tugas itu mahasiswa harus melakukan demonstrasi atau prilaku di luar norma dan nilai sosial. Tentunya keputusan forum dan hasil musyawarah sesama mahasiswa lingga adalah jalan terbaik bentuk pengabdian dalam melakukan sesuatu yang dianggap perlu. "any group or organization which by persuasion, propaganda, or other means, regulary attempts to influence and shape the polices of goverment".
Di masa depan, perlu dipahami bahwa mahasiswa Lingga merupakan sebuah kontinuitas gerak. Pengurus IMKL dapat berganti, strategi dan taktik dapat saja berubah, varian penindasan dapat saja lebih cantik, tetapi spirit perjuangan tidak akan pernah pudar. Mahasiswa Lingga akan selalu hadir dalam dunia yang masih dikotomik. Artinya, bila ada suatu masalah yang terjadi dari sesama anggota ataupun masyarakat Lingga yang butuh bantuan, mahasiswa Lingga lainnya akan melakukan perjuangan akselerasi bagi terselesainya masalah yang dihadapi oleh teman mahasiswa Lingga dan masyarakat Lingga.
Hal ini sudah menjadi tanggung jawab moral status mahasiswa Lingga untuk senantiasa memihak pada kaum yang tertindas atau relasi dan kawan yang butuh pertolongan.
Ayo Kawan Kawan Mahasiswa Lingga Tunaikan Trilogi Perguruan Tinggi, Belajarlah, Telitilah, Abdikanlah Almamatermu.
Salam Hangat Penuh Takzim

