Pemprov Kepri Siap Kawal Kebijakan Kenaikan BBM
BATAM - Pemerintah Provinsi Kepri siap mendukung penuh kebijakan Pemerintah Pusat menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM).
Dukungan ini bukan tanpa alasan. Wakil Gubernur Kepri Dr.Soerya Respationo,SH MH mengatakan selama ini alokasi BBM cenderung tidak tepat sasaran.
Sebab, penikmat BBM bukan dari kalangan miskin, melainkan para pemilik kendaraan bermotor yang notabene kelas menengah ke atas. Akibatnya, penikmat subsidi BBM menjadi menjadi komoditas konsumtif dan bukan produktif.
Padahal, jika tepat sasaran, subsidi ini dapat dialokasikan ke sektor produktif, misalnya, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, bantuan modal bagi nelayan dan petani, meningkatkan subsidi pupuk, dan sebagainya.
“Yang pertama, kami lakukan adalah memberikan pemahaman dan sosialisasi keseluruh masyarakat di Kepri,” kata Soerya di Planet Holiday, Rabu (19/11).
Kedua, dukungan atas kenaikan harga BBM adalah alokasi subsidi BBM sangat timpang dengan alokasi sektor lain. Misalnya pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Penghematan subsidi BBM juga dianggap bisa menyelamatkan neraca pembayaran negara.
Ketiga, penghematan subsidi BBM akan menjadi sumber perbaikan multisektor jangka panjang di Indonesia dan Kepri pada khususnya.
“Pembangunan sektor infrastruktur sekaligus pelayanan sosial pun bakal lebih cepat lagi,” papar Soerya.
Keempat, subsidi BBM yang dibiarkan berkelanjutan akan menjatuhkan Indonesia ke dalam krisis energi. Untuk meminimalisir dampak kenaikan BBM, dalam waktu dekat ini Wagub mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap fluktuatif harga.
“Rencananya, Gubernur akan mengundang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) untuk rapat bersama. Nanti disana kita rumuskan solusi yang paling tepat mengurangi dampak kenaikan ini di masyarakat,” tutup Soerya.

