187 Hektar Padi di Rohul-Riau Diperkirakan Gagal Panen

Diterbitkan oleh pada Rabu, 3 Desember 2014 06:29 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 810 kali ditampilkan

RIAU - Para petani di Rambahsamo, Rohul dilanda cemas. Ratusan hektar tanaman padi mereka terancam gagal panen akibat terendam banjir cukup lama.



Akibat direndam banjir cukup lama, sekitar 187 hektar tanaman padi sawah dan padi gogo milik petani enam kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diperkirakan mengalami puso atau gagal panen pada tahun ini.

Demikian hasil laporan sementara dari Petugas Pengamat Hama dan penyakit ( PHP) Lapangan kepada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Rohul, Senin (1/12/14) lalu.

"Total tanaman padi sawah dan padi gogo yang mengalami puso seluas 187 hektar berada di enam kecamatan," kata Kepala Dinas TPH Kabupaten Rohul Sri Hardono melalui Sekretaris Dinas TPH Rohul Mubrizal, kemarin.

Mubrizal mengungkapkan 11 hektar tanaman padi petani yang diperkirakan mengalami puso akibat direndam banjir di antaranya 8 hektar di Kecamatan Kepenuhan dan 3 hektar di Kecamatan Bangunpurba.

Sementara, tanaman padi gogo yang diperkirakan mengalami puso sekitar 176 hektar, yakni di Kecamatan Rambah 104 hektar, Rambah Hilir 2 hektar, Kuntodarussalam 20 hektar, dan di Kecamatan Bonaidarussalam 50 hektar.

"Data sementara ini merupakan laporan dari PHP Lapangan ke dinas," jelas dia.

Mubrizal menambahkan bencana banjir terjadi di Rohul beberapa waktu lalu, setidaknya telah merendam sekitar 948,8 hektar tanaman padi sawah dan padi gogo petani di beberapa kecamatan.

Berdasarkan catatan Dinas TPH Rohul, 948,8 hektar tanaman padi yang direndam banjir di antaranya padi sawah sekitar 60 hektar dan padi gogo sekitar 888,8 hektar.

Banjir bukan saja merendam tanaman padi, namun ikut merendam tanaman jeruk sekitar 22 hektar dan tanaman jagung sekitar 15 hektar.

Menurut dia, tanaman padi sawah dan padi gogo yang diperkirakan mengalami puso akan dilaporkan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau, untuk mendapatkan pergantian bibit.

Mubrizal menambahkan, selain terendam banjir, banyak tanaman padi petani yang mengalami puso karena disebabkan tanaman tumbang akibat diterjang arus banjir.***(zal)


*Riauterkini