KAMMI Terus Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan BBM
Sudah lebih dari sepuluh hari Pemerintahan Jokowi-JK resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Akibat dari keputusan itu harga barang pokok meningkat. Kebutuhan dasar hidup rakyat pun ikut meningkat. Sementara itu, daya beli masyarakat menurun.
Demikian disampaikan Koordinator Aksi Tolak BBM Naik Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Noval Abuzarr dalam ketangannya yang dikirim ke redaksi, Selasa (2/12).
Noval menjelaskan, dengan realistas di atas, yang mendasari mahasiwa bersama rakyat dengan tegas menolak keputusan pemerintah dan menuntut pemerintah agar mencabut keputusan tersebut. Berbagai demonstrasi penolakan di lakukan elemen bangsa di seluruh daerah, bahkan berujung bentrok dengan aparat. Apalagi aparat cara-cara represif dalam menangani demonstran.
Peristiwa di Makassar yang membuat terbunuhnya rakyat, penyerbuan sampai ke mushola di Riau, tindakan represif di Rembang, dan daerah lainnya adalah tanda rezim tirani telah lahir. Merespons tindakan aparat itu, sebut Noval, KAMMI sebagai organisasi pergerakan mahasiswa menyatakan empat sikap:
1. Mengutuk tindakan refresif aparat dalam menangani demonstran.
2. Meminta pertanggungjawaban dari Kapolri dan Menkopolhukam atas persitiwa yang terjadi.
3. Tetap mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM.
4. Mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus turun ke jalan dan mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM.
"Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!" pungkas Noval. [RMOL/rus]

