Ahmad Sulton, Ketua KPU yang Peduli Pendidikan
Didaulat menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah tak lantas merubahnya menjadi orang yang hanya berkutat pada dunia pemilihan umum (Pemilu). Kesuksesan dalam berkarir berhasil diraihnya dengan perjuangan panjang sebagai seorang aktifis, justru menjadikan beliau menjadi orang yang lebih peduli terutama pada dunia pendidikan.
Ahmad Sulton, pria yang dilahirkan pada 25 Agustus 1977 di Sawang 37 tahun silam ini adalah pucuk pimpinan dari institusi KPU Kabupaten Karimun. Sejak kecil beliau sama seperti anak lainnya yang menempuh pendidikan di sekolah umum di wilayah pulau Kundur. Tercatat, ia adalah alumni dari SD Negeri 023 Mengkuse, SMP Negeri 3 Sawang, dan SMU Negeri 1 Kundur.
Sempat bercita-cita menjadi pilot, visi hidupnya mulai berubah sejak mengenyam pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Riau. Berbagai organisasi yang pernah digelutinya semasa sekolah, menjadikan beliau adalah salah satu mahasiswa yang dikenal aktif di organisasi kampus. Selain beliau pernah menjadi anggota Senat di Fakultas Pertanian UNRI kala itu, organisasi kampus lainnya seperti Rohis juga pernah digelutinya.
Namun tak cukup sampai disitu karirnya sebagai aktifis. Beliau juga mencatatkan prestasi sebagai pendiri berbagai organisasi kepemudaan daerah seperti Himpunan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Kundur (HIMAP2K) Pekanbaru pada tahun 1998, salah satu pendiri dari Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Karimun (IPPMKK) Pekanbaru pada tahun 2000, dan juga menjadi salah satu anggota tim pelopor terbentuknya Ikatan Mahasiswa Provinsi Kepulauan Riau (IMPKR) Pekanbaru. Berbagai jabatan juga pernah dikecapnya di organisasi-organisasi tersebut.
Hidup suami dari Sofia Arsugianti ini mulai mengalami perubahan drastis sejak lulus dari bangku kuliah. Menyandang gelar SP (Sarjana Pertanian) tidak lantas membuat karirnya langsung menjadi baik. Akhirnya beliau banting setir dan terjun di dunia pendidikan. Sempat menjadi staf pengajar di berbagai lembaga kursus di Pekanbaru dan Tanjungbatu Kundur (Sweetable English Course, TETC, Nanda Tama Com, Prima Komputer - red), beliau mencoba survive dari berbagai tantangan dalam berkarir.
Takdir akhirnya mempertemukannya dengan dunia pemilihan umum. Pada saat ia dan beberapa rekannya menggagas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solidaritas Pemuda Peduli Karimun (Sompek), kegiatan sosialisasi tata cara pemilihan kepala daerah langsung yang mereka taja memperoleh respon positif dari masyarakat, dan nama beliau mulai dikenal. Hal itulah yang membuat ia berkesempatan untuk duduk sebagai anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada 2004 dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada 2009.
Selain aktif di kegiatan-kegiatan pemilu, ayah dari Aditya Putra Ahmad dan Assyifa Putri Arianti ini, juga pernah menjadi staff pengajar di Pondok Pesantren Darul Furqan dan merupakan pendiri dari klub Drumband PPDF pada tahun 2010 sekaligus menjadi pelatih. Karirnya di sekolah akhirnya terhenti dikarenakan pada tahun 2013 ia dinyatakan lulus seleksi Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karimun. Sempat duduk sebagai anggota, pasca pemilihan umum 2014 lalu, ia dinobatkan sebagai Ketua KPU Karimun.
Dan sampai saat ini, pria yang menggemari seafood dan jus timun ini, masih menyimpan cita-cita mulia untuk mengembangkan dunia pendidikan. Beliau mengungkapkan memiliki keinginan untuk tetap berkecimpung dalam dunia pendidikan suatu saat nanti, entah sebagai pendiri, pengajar, ataupun penyantun. Sesuai dengan motto hidup yang ia pegang "Hidup adalah Pendidikan yang Panjang", beliau berharap dunia pendidikan mampu menciptakan generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing.

