Menteri Kominfo Kerepotan Tutup Situs Porno dari Luar Negeri

Diterbitkan oleh Redaksi pada Ahad, 14 Desember 2014 13:24 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.414 kali ditampilkan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudiantara siap berlomba dengan para pemilik situs pornografi. Kominfo mengklaim sampai hari ini sudah berhasil memblokir 20 ribu situs porno.



"Kami tutup hari ini satu, (kemungkinan) muncul lebih dari satu lagi. Jadi kita ini berlomba dengan para pemilik situs pornografi," kata Rudi kepada wartawan usai mengikuti deklarasi damai memutus rantai kekerasan pada anak di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (14/12).


Secara aktif, lanjut Rudi, pihaknya akan terus mencari situs-situs berbau pornogratif baik di media sosial maupun internet untuk selanjutnya diblokir. Kominfo tidak bisa hanya menunggu laporan karena situs-situs semacam itu, terutama dari luar negeri, terus bermunculan.


Diakuinya memang hal ini sempat membuat kewalahan. Karena, di luar negeri sendiri situs-situs porno merupakan suatu bisnis yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. "Kalau situs porno di kita (Indonesia) kan tidak jadi bisnis, karena bertentangan dengan nilai kebudayaan, agama, dan lain sebagainya," kata Rudi.


Ia menyebutkan, kekerasan anak atau child abuse lebih dari setengahnya berkaitan dengan kekerasan seksual yang banyak terjadi melalui internet. Dengan demikian pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk menutup situs-situs tersebut, dan tidak lagi hanya menunggu laporan dari masyarakat.

*Rmol