Kadisdik Karimun : Koperasi PTK Honorer Bukti Bahwa Guru Kreatif

Diterbitkan oleh pada Selasa, 16 Desember 2014 15:21 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.308 kali ditampilkan

KARIMUN - Pengukuhan Koperasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Honorer Kepulauan Kundur yang dilaksanakan Selasa (16/12) mendapatkan respon positif dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun MS. Sudarmadi.

 

Dalam sambutannya ia menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan PTK honorer ini dalam membangun sebuah koperasi. "Akhirnya apa yang kawan-kawan cita-citakan bisa kita wujudkan. Pada prinsipnya dinas pendidikan berkenaan dengan koperasi ini, merupakan bagian dari kreatifitas kawan-kawan, kami pasti mendukung." ujarnya.

 

Lebih lanjut, selaku Kepala Dinas Pendidikan beliau sudah terus berupaya agar honorer baik guru maupun tata usaha yang masih minim penghasilannya, untuk dapat diperbaiki. "Kita berupaya di tahun 2015 untuk menambah sedikit anggaran bagi guru terutama para honorer. Kita yakin bahwa pemerintah sangat respon terhadap kita, selagi kita masih dalam koridor dan tidak bertentangan hukum." ujar Sudarmadi yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Karimun ini.

 

Terkait koperasi, beliau menambahkan bahwa koperasi ini adalah dari dan untuk anggota PTK honorer di wilayah Kepulauan Kundur. "Untuk pengurus koperasi, jalankan dengan baik. Jangan seperti cendawan di musim hujan, hanya semangat di awal saja, tapi buktikan kawan-kawan bisa menjadikan koperasi ini sesuai dengan cita-cita yang diinginkan di awal." imbuhnya.

 

Beliau juga mengharapkan para honorer untuk terus memberikan yang terbaik terhadap institusinya masing-masing. "Kadang ada yang malah sudah PNS dan sertifikasi, malah kinerjanya lebih baik yang honorer. Jangan lupa bahwa mulai 2015 kita juga mulai berhadapan dengan undang-undang aparatur negara, kita harus bersiap untuk ke depannya dengan meningkatkan diri dengan kualifikasi pendidikan yang benar-benar layak." tandasnya.

 

Di akhir sambutannya, beliau juga menyinggung terkait kurikulum 2013 yang baru saja dihentikan pelaksanaannya oleh Kementerian Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemenbud Dikdasmen). "Dalam waktu dekat saya akan mengumpulkan kepala sekolah untuk membicarakan mengenai pelaksanaan K13. Kita lihat kita siap atau tidak melanjutkan, kalau memang sepakat untuk kembali yang kembali ke kurikulum 2006, ya kita kembali. Tentu sambil kita mempersiapkan diri kedepannya bagaimana." beliau mengakhiri. (Harja)