Aktivitas Pertambangan Hancurkan Mata Pencarian Nelayan
KARIMUN - Ketika pemerintah daerah Kabupaten Karimun tengah gencarnya memberikan bantuan alat tangkapan ikan kepada nelayan di berbagai pelosok, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun hal yang bertolak belakang terjadi ketika kondisi lautnya kini terus dijarah dan kondisinya rusak parah oleh aktifitas penambangan.
Ketua Komunitas Pecinta Lingkungan (Kopling) Karimun, Yudi mengatakan, pertambangan yang dilakukan di laut sangat menyengsarakan nelayan. Kompensasi yang diberikan perusahaan tambang merupakan pembodohan, hanya dengan uang yang tidak senilai lalu mereka merusak ekosistim laut.
Lebih lanjut Yudi mengungkapkan seharusnya pemerintah membenahi ekosistem laut dan tidak membiarkan aktifitas penambangan di laut. Dampaknya sekarang adalah dari tahun ketahun ikan mulai sulit didapat. Jika biasanya masyarakat nelayan dengan mudah memancing di sekitar Pinang Sebatang hanya bermodalkan satu pancingan, kini dengan peralatan tersebut sudah sulit dan harus ke perairan yang masih terawat baru dapat ikan yang banyak.
"Bagaimana nelayan bisa melaut sementara laut kita sudah dirusak, untuk apa bantuan sampan yang diberikan pemerintah sedangkan ikan sudah susah didapat. Kompensasi dari perusahaan tambang itu tidak mensejahterakan masyarakat dan merupakan pembodohan," ucap Yudi, Selasa (16/12).

