Lantamal IV Gelar Sarasehan Kemaritiman

Diterbitkan oleh pada Jumat, 19 Desember 2014 07:17 WIB dengan kategori Tanjungpinang dan sudah 1.054 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Komandan Armada RI Kawasan Barat Pangkalan Utama TNI AL IV di Tanjung Pinang, menggelar seminar sehari sarasehan kemaritiman, Kamis (18/12), berlangsung di Mako Lantamal IV Tanjungpinang,

 

Kegiatan tersebut di beri tema dengan dilandasi semangat kemaritiman kita wujudkan pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang sinergis dan berwawasan maritim. Kegiatan tersebut dilandasi dari kutipan pidato Presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo pada saat melantik Laksma TNI Sulistiyanto.

 

“Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Negara Indonesia sebagai Negara maritim, samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk, kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga jalesveva jayamahe, dilaut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita dimasa lalu, bias kembali membahana." ucap Laksama TNI Sulistiyanto saat membacakan kutipan pidato presiden RI.

 

Sedangkan tujuannya lain dimaksudkan sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam mengambil keputusan dan arahan/kebijakan selanjutnya agar pemberdayaan masyarakat luas khususnya masyarakat Tanjungpinang untuk memahami konsep pembangunan Kemaritiman.  

 

Terkaid dengan hal tersebut, kepri memiliki prospek yang sangat cemerlang untuk mewujudkan poros maritime guna menuju kejayaan dan kemakmuran dimasa depan.

 

Dan tujuan dari kegiatan tersebut agar laut bebas dari ancaman kekerasan, termasuk ancaman penggunaan kekuatan bersenjata yang dinilai mempunyai kemampuan untuk mengganggu dan membahayakan kedaulatan Negara.

 

Laut yang bebas dari ancaman terhadap navigasi, yaitu ancaman yang ditumbuhkan oleh kondisi geografi dan hidrogagrafi, yang membahayakan keselamatan pelayaran. Dan laut yang bebad dari pencemaran dan perusakan ekosistem yaitu ancaman terhadap kelestarian lingkungan yang dampaknya merugikan bagi masyarakat sekitar dan juga generasi penerus, serta laut yang bebas dari ancaman pelanggaran hokum baik hokum nasional maupun internasional seperti illegal logging, illegal fishing dan lain-lain.

 

Selaku perserta seminar terdiri dari unsur Muspida TNI Polri, Mahasiswa, dan ormas.

 

Bupati Karimun selaku pemateri menyampaikan berapa pentingnya pengetahuan pendidikan maritime yang diselengarakan ini bagi generasi muda yang merupakan ujung tombak penerus bangsa dan daerah yang kita cintai ini.

 

"Kita tidak mau bagi para pemuda dan generasi kita kedepan tidak bias berbuat apa kecuali hanya bisa sebagai penonton di daerah sendiri," ungkap Nurdin.