Bunyi Ember dan Drum Bekas Menghentak, Poyo Harmony Kembali Hipnotis Masyarakat
KARIMUN - Lomba fashion show yang digelar PKK Kecamatan Kundur dan Inez Cosmetic pada peringatan hari ibu di Balai Pemuda dan Budaya Tanjungbatu Kota pada Minggu (21/12) kembali menghadirkan hiburan yang mengasyikkan.
Pasalnya, grup musik perkusi yang mulai naik daun Poyo Harmony dari Tanjungsari didaulat untuk menghibur masyarakat dengan alunan irama yang mereka mainkan. Masyarakat Kundur kembali terhipnotis dengan penampilan mereka. Pasalnya grup musik perkusi ini memang beda.
Dengan hanya berbekal ember, drum bekas, bambu, potongan besi, yang dipadukan dengan melodi dari biola berhasil menjadi sebuah harmoni musik yang menghibur. Bahkan mereka mampu memainkan berbagai macam irama musik dari lagu-lagu daerah, lagu-lagu nasional, bahkan lagu dari penyanyi-penyanyi lainnya.
Pemain biola sekaligus komposer dan pemimpin dari grup musik Poyo Harmony Syaiful Bahri menyatakan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan panitia pelaksana kegiatan sehingga mereka bisa kembali menghibur masyarakat. "Yang jelas, kami sangat bangga bisa kembali tampil di depan masyarakat. Terima kasih atas dukungan dan sarannya kepada kami selama ini, semoga terhibur." demikian tuturnya diatas panggung.
Lebih lanjut, Syaiful yang juga merupakan seorang guru honorer di SD Negeri 005 Kundur ini menyatakan akan terus berusaha mengembangkan seni dan budaya di Kundur. "Dengan keterbatasan, kami lahirkan grup Poyo Harmony ini, selain perkusi kami juga memiliki grup akustik, dan kami juga akan mencoba kembangkan ide-ide dan inovasi lain sehingga masyarakat Kundur bisa terus terhibur." ujarnya.
Poyo Harmony merupakan grup musik perkusi yang baru didirikan di Tanjungsari pada 2014, dan saat ini mereka juga telah tampil di berbagai event di Kundur. Salah satu prestasi yang mampu mereka raih adalah ketika mewakili Kelurahan Gading Sari dalam event Parade Bedug Kontemporer di Kecamatan Kundur pada Idul Fitri lalu, dan berhasil mendapatkan juara 1. Selain itu, kelebihan yang mereka miliki selain dari musikalitas adalah 50% dari personil mereka merupakan anak-anak yang berasal dari sekolah dasar. "Adik-adik kami inilah generasi muda yang kami persiapkan untuk menjadi generasi seni masa akan datang." Syaiful mengakhiri. (Harja)

