Pemkab Karimun Akan Tetap Lakukan Rancana Pembanguan Konektifitas Karimun-Malaysia
KARIMUN - Tim Rencana Konektifitas Karimun-Malaysia untuk pelaksanan pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Karimun-Riau dan Johor akan tetap akan membahas rencana, walau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tidak lagi akan membahas rencana tersebut.
Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Karimun, M.Yosli mengatakan, tim Pemkab Karimun akan tetap melakukan pembahasan kepada siapa saja bahkan kepada Wakil Presiden ataupun Presiden Republik Indonesia sekalipun. Pihaknya juga tak akan lakukan pembahasan kepada Bappenas.
"Kita akan tetap mengusulkan agar rencana konektifitas dengan negara tetangga Malaysia ini menjadi pertimbangan pemerintah pusat. Karena dalam rencana pembangunan ini pun tidak hanya mengandalkan pemerintah saja melainkan akan menggandeng pihak swasta dengan konsep bisnis," ungkap Yosli saat dikomfirmasi, Minggu (28/12).
Lebih lanjut, Yosli mengaku hal tersebut mungkin juga akan dilakukan loby-loby kepada pemerintah Malaysia agar dapat juga melakukan loby kepada pemerintah Republik Indonesia, sehingga keseriusan dalam rencana konektifitas memang betul-betul dibutuhkan dan diharapkan agar mendapatkan dukungan penuh.
"Karimun dan Malayasia erupakan suku yang serumpun yakni Melayu, sehingga dalam menyatukan rumpun tersebut tentunya merupakan rencana besar yang efeknya juga cukup besar baik dari segi ekonomi, infrastruktur bagi masyarakat, keuangan daerah, kunjungan wisatawan dan sebagainya," ujar Yosli.
Pemkab Karimun telah memulai pembangunan dalam konsep konektifitas lintas pulau dalam Kabupaten tepatnya di Kecamatan Moro yang menghubungkan Pulau Moro dengan Pulau Pauh dengan panjang jembatan sekitar 400 meter, dan tahun mendatang pun telah direncanakan pembangunan jembatan yang menghubungkan dua pulau di Kecamatan Karimun yakni Pulau Parit ke Pulau Lumut dengan panjang jembatan sekitar 100 sampai 150 meter.
"Untuk lintas pulau dalam Kabupaten yang jauh adalah menghubungkan Pulau Karimun-Pulau Parit. Namun yang jelas kita bangun semua secara bertahap sehingga semua tersambung," pungkasnya.

