Kasus DBD Tahun 2014 Meningkat Tembus 390 Kasus Dibanding Tahun-tahun Yang Lalu
KARIMUN - Sepanjang tahun 2014 tercatat kasus demam berdarah dengue (DBD) se-Kabupaten Karimun mencapai angka 390 penderita, namun selama periode Desember ini jumlah penderita tidak lagi sebanyak beberapa bulan kemarin.
Untuk jumlah kasus terbanyak terjadi pada bulan September, sedangkan rincian per bulannya antara lain Januari 9 kasus, Februari 6 kasus, Maret 3 kasus, April 6 kasus, Mei 16 kasus, Juni 34 kasus, Juli 58 kasus, Agustus 59 kasus, September 117 kasus, Oktober 45 kasus, November 19 kasus dan Desember 18 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun, Sensissiana mengatakan kasus DBD untuk Desember ini tidak lagi sebanyak bulan-bulan sebelumnya dan sampai tanggal 29 Desember hanya ada 18 kasus, sehingga status KLB akan di cabut per 31 Desember.
Sementara rincian kasus yang terjadi di setiap Kecamatan se Kabupaten Karimun didapati Kecamatan Karimun merupakan wilayah penderita DBD terbanyak, rincian kasus setiap kecamatan antara lain adalah Kecamatan Karimun 149 kasus, Kecamatan Meral 96 kasus, Kecamatan Meral Barat 21 kasus, Kecamatan Tebing 82 kasus, Kecamatan Kundur 29 kasus, Kecamatan Moro 6 kasus, Kecamatan Kundur Barat 3 kasus, Kecamatan Kundur Utara 2 kasus dan Kecamatan Durai 2 kasus.
"Alhamdulillah kasus DBD di Karimun sudah tidak lagi sebanyak bulan-bulan yang lalu. Kalau kasus pada bulan sebelumnya memang cukup tinggi dan total keseluruhan mulai dari Januari sampai Desember 2014 ini tercatat 385 kasus," ucap Sensiana.
Menurut Sensis, angka penderita DBD ditahun 2014 ini memang sangat luar biasa jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti ditahun 2011 misalnya hanya 112 kasus, tahun 2012 menurun menjadi 76 kasus, kemudian tahun 2013 terjadi peningkatan menjadi 84 kasus dan ditahun 2014 ini sampai akhir Desember mengalami peningkatan jumlah penderita yang sangat drastis mencapai 390 kasus.
Sedangkan penanganan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan menurutnya adalah, selain melaksanakan fooging Dinas Kesehatan juga telah melakukan tindakan prefentif dengan kata lain memberikan pemahaman kepada masyarakat.

