Harga Premium Turun, Kesempatan Perbesar Tabungan
Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar di awal 2015 dinilai dapat menjadi kesempatan masyarakat untuk mengelola keuangan pribadi mereka. Pasalnya, alokasi anggaran untuk membeli BBM akan mengalami penurunan.
"Penghasilan harus dikelola serta dicatat secara rinci, sehingga sisa uang yang didapatkan dari biaya pembelian premium, dapat dialokasikan ke kebutuhan hidup lainnya seperti kebutuhan makanan belanja di luar," ujar Perencana Keuangan, Safir Senduk, kepada Okezone di Jakarta.
Safir berpendapat, masyarakat dapat menyisihkan porsi keuangan dari penghasilan sebesar 50 persen bagi kebutuhan hidup. Sedangkan, maksimal 10 persen untuk investasi maupun dana tabungan. Selain itu, masyarakat juga dapat menyisihkan 10 persen untuk biaya kredit.
"Sedangkan bensin itu masuk dalam biaya hidup lantaran BBM sangat melengkapi kebutuhan hidup masyarakat, bisa dimaksimalkan pengeluaran untuk BBM khususnya Premium maksimal sekira Rp3-Rp10 juta per bulan," imbuhnya.
(okz)

