Fahri Hamzah Minta Pemerintah Berhati-hati dalam Kasus AirAsia
Pencarian korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 memasuki hari kesembilan. Di tengah pencarian korban, berbagai gebrakan dilakukan oleh pemerintah. Bahkan, kementerian perhubungan membekukan rute AirAsia Surabaya-Singapura.
Terkait hal itu, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meminta agar pemerintah tidak tergesa-gesa dan hati-hati dalam mengeluarkan setiap kebijakan. Mengingat, kasus kecelakaan ini menjadi sorotan internasional.
"Soal AirAsia, usul saya pemerintah perlu ada kehati-hatian dalam mengelola persoalan ini. Harus betul-betul menunjukkan kemampuan yang terbaik karena kasus ini menjadi tontonan dunia," kata Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2015).
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menuturkan, hal yang akan jadi sorotan dunia, tidak hanya soal cara menangani kasus ini, tapi juga soal regulasi penerbangan yang selama ini ada di Indonesia.
"Menhub harus hati-hati jangan gampang melakukan sesuatu yang menurut internasional sebagai kapasitas penyelenggara negara yang bisa membuat tidak hanya industrinya bergolak, tapi rating penerbangan Indonesia yang jatuh. Menteri perhubungan jangan sembrono," tegas Fahri. (OKZ)

